Rabu, 17 Oktober 2018 15:37 WITA

Gubernur Sulsel: Lebih Baik Kenaikan UMP 2019 Tidak Terlalu Besar

Penulis: Nur Izzati
Editor: Mulyadi Abdillah
Gubernur Sulsel: Lebih Baik Kenaikan UMP 2019 Tidak Terlalu Besar
Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri saat berbincang dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat berada di Kantor BLK, Kota Makassar, pada Rabu (17/10/2018). Foto: Arfa Ramlan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulsel tengah mempersiapkan nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2019 mendatang.

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah mengungkapkan, saat ini pihaknya melakukan beberapa langkah untuk menetapkan ideal upah minimum. Salah satunya yakni mempermudah izin usaha di Sulsel.

"Kalau kita dari pemda, pokoknya simpelkan birokrasi dulu. Bagaimana izin-izin usaha dipermudah, dunia usaha bisa lebih disupport, supaya bisa berkembang," katanya saat ditemui awak media dalam acara Job Fair di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar, Rabu (17/10/2018).

Seperti diketahui, Kementerian Ketenagakerjaan RI telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2019 naik sebesar 8,03 persen. Meski demikian, penetapan UMP di Sulawesi Selatan tetap menunggu keputusan dari gubernur.

loading...

Menurut Nurdin, akan lebih baik jika kenaikan UMP tidak terlalu besar. Asal, tetap sustain. Dibanding, kenaikan besar namun diliputi dengan berbagai resiko.

"Kalau kita terus tuntut hak saja, ini bisa jadi bom waktu. Pilih mana, kenaikan tidak terlalu besar tapi tetap sustain, atau langsung kita minta besar tapi diujung susah," imbuhnya.

Seperti diketahui, pengumuman kenaikan UMP ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh provinsi pada 1 November mendatang.

Loading...
Loading...