Selasa, 16 Oktober 2018 14:57 WITA

Serahkan Diri ke KPK, Mengapa Kabid Tata Ruang Bekasi Simpan 90 Ribu Dolar?

Editor: Abu Asyraf
Serahkan Diri ke KPK, Mengapa Kabid Tata Ruang Bekasi Simpan 90 Ribu Dolar?
Bupati Bekasi Neneng Hasanah

RAKYATKU.COM - Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi mengaku menerima 90 dolar Singapura dari Lippo Group. Lalu, mengapa uang tersebut tak langsung diserahkan?

Neneng menyerahkan diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa dini hari (16/10/2018). 

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, "NR mulai mengakui beberapa perbuatannya. Namun, saat penyerahan diri tadi, yang bersangkutan belum bisa membawa uang 90 ribu dolar Singapura tersebut."

Dalam operasi tangkap tangan, KPK menduga telah terjadi penyerahan uang dari Taryudi, konsultan Lippo Group kepada Neneng Rahmi. 

Penyerahan uang dilakukan di jalan raya. Namun, Neneng Rahmi yang sebelumnya diduga berada di mobil BMW putih, diduga mencoba melarikan diri ke sebuah jalan dekat pintu tol arah Cikampek. 

"KPK menghargai sikap kooperatif saksi ataupun tersangka dalam kasus ini. Hal tersebut tentu akan dipertimbangkan sebagai alasan yang meringankan tuntutan," kata Febri seperti dikutip dari Kompas.com.

Dalam kasus ini, Bupati Bekasi Neneng Hasanah dan para kepala dinas di Pemkab Bekasi diduga dijanjikan uang Rp13 miliar oleh pengembang Lippo Group. Namun, hingga operasi tangkap tangan, diduga baru terjadi penyerahan uang sebesar Rp7 miliar. 

Pemberian uang itu terkait perizinan proyek Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Selain bupati dan para kepala dinas, Neneng Rahmi juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

KPK juga sudah mengamankan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. Penangkapan dilakukan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.

Billy yang tiba di Gedung KPK sekitar pukul 23.30 WIB memilih bungkam dan langsung masuk ke markas antirasuah guna menjalani pemeriksaan awal.

Delapan orang lainnya yang terjerat dalam kasus ini, yakni Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludi; Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahar; Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati; dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi. Kemudian, Billy Sindoro, Direktur Operasional Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djajaja Purnama selaku konsultan Lippo Group, serta Henry Jasmen pegawai Lippo Group.