Selasa, 16 Oktober 2018 13:19 WITA

Australia Pertimbangkan Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

Editor: Suriawati
Australia Pertimbangkan Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel
Getty Images

RAKYATKU.COM - Perdana Menteri baru Australia, Scott Morrison sedang mempertimbangkan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya ke sana dari Tel Aviv.

Jika ditindaklanjuti, langkah itu akan mengikuti jejak Amerika Serikat, yang telah mengundang kecaman internasional.

Dilansir dari BBC, Morrison mengatakan bahwa dia akan berkonsultasi dengan kabinetnya dan negara-negara lain sebelum membuat keputusan.

"Kami berkomitmen untuk solusi dua negara, tapi terus terang, itu belum berjalan dengan baik - tidak banyak kemajuan telah dicapai," katanya kepada wartawan pada hari Selasa.

Dia menambahkan bahwa ada skenario masa depan, di mana Australia akan mengakui ibukota Otoritas Palestina di Yerusalem Timur dan ibukota Israel di Yerusalem Barat.

"Australia harus berpikiran terbuka untuk ini," kata Mr Morrison.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik rencana tersebut.

"Saya berbicara hari ini dengan Australian PM @ScottMorrisonMP. Dia memberi tahu saya bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan Australia ke Yerusalem. Saya sangat berterima kasih padanya untuk ini. Kami akan terus memperkuat hubungan kedua negara," kata Netanyahu melalui postingan Twitter. 

Status Yerusalem adalah salah satu masalah yang paling diperebutkan antara Israel dan Palestina.

Palestina berharap untuk menjadikan Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan, dan kota kuno itu mengandung situs-situs suci bagi orang Yahudi, Kristen, dan Muslim.

Desember tahun lalu, Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kedutaan Yerusalem dibuka pada bulan Mei di tengah bentrokan mematikan antara warga Israel dan Palestina di perbatasan.