Selasa, 16 Oktober 2018 00:05 WITA

Bawaslu Bicara Soal Maraknya APK Caleg di Tiang Listrik dan Pohon, Parpol Bisa Kena Getahnya

Penulis: Rizal
Editor: Mays
Bawaslu Bicara Soal Maraknya APK Caleg di Tiang Listrik dan Pohon, Parpol Bisa Kena Getahnya
Anggota Divisi Pengawasan Partisipatif Bawaslu Sulsel Syaiful Jihad

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Alat Peraga Kampanye (APK) sejumlah calon legislatif (caleg), masih saja bertebaran di sejumlah titik-titik terlarang. 

Tiang listrik dan pepohonan, menjadi sasaran empuk para tim sukses caleg, untuk ditempeli APK kandidatnya, baik itu dalam bentuk stiker maupun pamflet.

Terkait hal tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel angkat bicara. Lembaga pengawasan Pemilu ini, mengaku akan mengambil sikap tegas terhadap APK yang dipasang pada titik yang tidak dibolehkan. Salah satunya, di tiang listrik atau yang terpaku di pohon. 

Bawaslu memakai sistem pendekatan langsung kepada parpol peserta Pemilu 2019. Sebab menurutnya, parpol inilah yang paling efisien untuk mengontrol para calegnya.

"Sejak jauh hari, Bawaslu sudah menyampaikan, agar partai politik mengontrol calon anggota legislatifnya agar tidak memasang APK di dua lokasi itu. Itu kan dilarang," ungkap Anggota Divisi Pengawasan Partisipatif Bawaslu Sulsel Syaiful Jihad, Senin (15/10/2018).

loading...

Menurut Syaiful, jika ditemukan hal-hal yang melanggar seperti  pemasangan APK di tempat-tempat terlarang tersebut, maka jajarannya akan mengambil tindakan tegas. Bahkan, parpol tempat caleg tersebut bernaung bisa kena getahnya. Bawaslu akan menegur parpol yang dideteksi calegnya melanggar aturan pemasangan APK tersebut.

Dalam proses penertiban nantinya, menurut Syaiful, pihaknya akan melibatkan satuan polisi pamong praja (Satpol PP) setempat.

"Segera juga kita akan koordinasi dengan Satpol PP agar dilakukan penertiban. Sebenarnya, bukan hanya melanggar aturan kampanye, tetapi itu merusak bisa pohon, dan keindahan kota. Jadi Satpol PP bisa lakukan penindakan karena itu melanggar Perda," tutupnya.

Loading...
Loading...