Selasa, 16 Oktober 2018 06:15 WITA

"Tolong," Teriak Maling yang Terjebak di Cerobong Asap

Editor: Mays
Polisi dan petugas pemadam kebakaran, saat mengevakuasi Luciano de Oliveira dari cerobong asap.

RAKYATKU.COM, BRASIL - "Tolong....tolong!!!", teriakan itu terdengar kian melemah. Datangnya dari arah cerobong asap sebuah restoran di Machado, Brasil tenggara pada Rabu malam (10/10/2018).

Seorang wanita yang lewat mendengarnya. Dia lalu menghubungi polisi.

Saat polisi masuk ke dalam restoran itu, mereka melihat sepasang kaki berkaus putih, menyembul dari lubang perapian.

Ternyata itu milik Luciano de Oliveira, seorang pencuri yang terjebak di lubang perapian. Polisi dengan dibantu pemadam kebakaran, kemudian mengambil bangku-bangku kayu dan panci, untuk menjadi tempat berpijak kaki berkaus putih itu.

Setelah itu, petugas pemadam menghancurkan tembok batu-bata. Lalu mengevakuasi pria 41 tahun itu, keluar dari lubang cerobong asap.

Seluruh tubuhnya tampak hitam, akibat jelaga cerobong perapian itu. Wajahnya nyaris tak dikenali. Dia nyaris tewas, terjebak di cerobong itu.

Rabu malam itu, tampaknya Oliveira hendak masuk mencuri di restoran yang sudah tutup itu. Dia menganggap, lubang cerobong asap adalah jalan termudah.

Ternyata dia keliru. Saat meluncur ke bawah dari atap, lubang cerobong asap itu semakin ke bawah semakin menyempit.

"Ini pertama kalinya aku melihat seseorang yang terjebak dalam cerobong asap," kata Sersan Miller Almeida dari Brigade Api Alfenas.

“Kami tidak tahu bagaimana dia berhasil masuk ke atap dan ke dalam bagian terbatas ini. Pada awalnya kami pikir kami bisa menariknya keluar dari atas, tetapi menyadari pembatasan dalam corong berarti kami tidak akan bisa mengeluarkannya dari atas."

Awak pemadam kebakaran menilai situasinya, dan memutuskan satu-satunya cara untuk menyelamatkan Oliveira adalah dengan meretas batu bata di dalam dapur.

loading...

Sersan Miller berkata: "Kami harus berhati-hati karena ada risiko cerobong asap akan runtuh.

"Kami mengamankan ruang logam dengan tali, dan menggunakan palu besar untuk menerobos dinding, lalu memotong bagian dari baja untuk mengeluarkannya."

Polisi mengatakan, tersangka itu segera menyesal dan mengakui dia telah memasuki restoran untuk merampoknya.

"Dia mengaku telah memasuki tempat itu untuk merampok, dan mengaku telah melakukan perampokan lain di sebuah supermarket lokal minggu sebelumnya," kata seorang perwira.

Oliveira dibawa ke Rumah Sakit Kotamadya Machado, setelah menderita dehidrasi dan hipotermia. Dia akan disimpan di bawah pengawasan polisi sampai dipindahkan ke pusat penahanan. Dia dikatakan berada dalam kondisi serius.

Pemilik restoran steak, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa meskipun ada lubang menganga di dinding dapurnya, dia senang bahwa tersangka itu diselamatkan hidup-hidup.

"Tampaknya dia lupa dia beberapa minggu terlalu dini untuk Natal dan bukannya membawa hadiah, dia datang berencana untuk mencuri dari tempat saya," kata pengusaha itu tertawa.

"Untungnya seseorang mendengar tangisannya kalau tidak dia bisa tinggal di sana sepanjang malam sampai saya membuka hari berikutnya. Jika itu terjadi, hasilnya bisa fatal," pungkasnya.

Loading...
Loading...