Selasa, 16 Oktober 2018 06:45 WITA

Mabuk di Festival, Oknum Polisi Ini Raba Selangkangan Wanita

Editor: Aswad Syam
Mabuk di Festival, Oknum Polisi Ini Raba Selangkangan Wanita
Polisi Mitchell James Willey tidak bertugas dan mabuk ketika dia secara tidak senonoh menyerang wanita di pesta rave di Western Sydney.

RAKYATKU.COM, SYDNEY - Seorang perwira polisi, mengaku bersalah telah meraba selangkangan seorang wanita di festival trance Defqon 1.

Polisi, Mitchell James Willey, saat itu tidak bertugas. Dia terlalu banyak minum, sehingga mabuk ketika dia secara tidak senonoh menyerang wanita di pesta rave di Western Sydney. Demikian dilansir dari Daily Telegraph. 

Pria berusia 26 tahun itu, diskors pada pembayaran penuh atas insiden tersebut, pada September 2017. Dia mengaku bersalah di Penrith Local Court pada hari Senin.

Pengacara Willey menentang keyakinan.

Jaksa Kate Owens berpendapat, perempuan harus merasa aman dalam kegiatan sehari-hari mereka, dan bahwa ada protes vokal tentang perilaku semacam ini.

Pengacara pertahanan Ben Clark mengatakan, gerakan politik tidak boleh digunakan, karena mereka tidak relevan dengan kasus kliennya.

Dia mengatakan, Willey bertindak dalam keadaan tidak sadar. 

"Klien saya tidak akan dihukum, karena Harvey Weinstein adalah kehormatan Anda, ini bukan #MeToo," katanya kepada pengadilan. 

"Itu sesaat, itu singkat, itu di luar dinas. Dia jelas terbawa." 

Pada saat kejadian, Willey ditangkap oleh seorang perwira senior, dan diminta oleh korban untuk ditendang keluar. 

Pengadilan mendengar hubungan terdakwa dengan pacarnya juga rusak, karena tekanan dari kasus tersebut.
 
Hakim Geoff Hyatt mengatakan, dia tidak menemukan penyesalan di wajah Willey. Sementara Ms Owens mengatakan, dia hanya merasa kasihan pada dirinya sendiri, dan akan berdampak pada masa depannya, publikasi tersebut melaporkan. 

Willey dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman dua tahun perintah koreksi masyarakat, atas tindakannya yang patut dicela.

Awal tahun ini seorang pria berusia 23 tahun dan seorang wanita berusia 21 tahun meninggal karena overdosis yang diduga.