Minggu, 14 Oktober 2018 15:03 WITA

Begini Serunya Balapan Perahu di Danau Tempe Soppeng

Penulis: Muh Ikhlas
Editor: Aswad Syam
Begini Serunya Balapan Perahu di Danau Tempe Soppeng
Lomba balap perahu di pinggir Danau Tempe, Soppeng. (Foto: Muh Ikhlas/Rakyatku.com)

RAKYATKU.COM, SOPPENG -- Ratusan masyarakat memadati Kelurahan Kaca, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, Minggu, (14/10/2018). 

Di tengah Danau Tempe, tiga perahu panjang yang masing-masing diisi 11 orang, tengah beradu cepat. Sepuluh orang mendayung, satu orang memberi semangat lewat tetabuhan.

Dari pinggir danau, ratusan warga bersorak, menyemangati timnya. 

Lomba balap perahu di sekitar Danau Tempe, sudah menjadi tradisi. Bupati Soppeng, A Kaswadi Razak yang membuka perlombaan tersebut, mengajak seluruh masyarakat Soppeng untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, dari segala bentuk hasutan dan provokasi, yang hanya menguntungkan sebagian golongan atau pribadi.

"Kegiatan semacam ini wujud dari solidaritas yang tinggi, dari para pendahulu kita yang harus dijaga. Supaya tetap lestari. Dan merupakan wujud rasa syukur masyarakat setempat," ungkapnya.

Kaswadi menjelaskan, jika dahulu para pendahulu telah membuat kesepakatan yang lahir dari musyawarah. Salah satunya, aturan tentang menangkap ikan di Danau Tempe yang hingga hari ini tidak boleh dilanggar.

"Ada larangan atau imbauan dalam aturan yang dibuat, yang merupakan tanda perwujudan kerjasama pendahulu kita, yang harus kita jaga. Itu demi mewujudkan ketentraman dan keamanan di wilayah kita," jelasnya.

Seperti pembangunan dana pengelolaan Danau Tempe saat ini, lanjutnya, semua sudah dirancanakan bersama dan merupakan keinginan masyarakat. Pemerintah hanya melaksanakan keinginan masyarakat demi mewujudkan pemerintahan yang lebih baik.

"Kami berharap, dengan pembangunan pulau pulau di sini, selain ke depan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga menjadi zona promosi dan pengembangan objek dan daya tarik wisata yang menarik dikunjungi wisatawan lokal, domestik atau mancanegara," ungkapnya.

Selain diikuti peserta asal kabupaten Soppeng, perlombaan ini juga diikuti peserta asal kabupaten tetangga, di antaranya Wajo, Sidrap, dan Bone.