Minggu, 14 Oktober 2018 14:26 WITA

Siasati Larangan Kampanye di Pesantren, Yenny Wahid: Yang Halus-Halus Saja

Editor: Abu Asyraf
Siasati Larangan Kampanye di Pesantren, Yenny Wahid: Yang Halus-Halus Saja
Yenny Wahid

RAKYATKU.COM - Undang-Undang Pemilu melarang pasangan calon presiden dan calon wakil presiden berkampanye di tempat pendidikan. Termasuk pesantren. Namun, larangan ini tampaknya berusaha diterobos kedua kontestan Pilpres 2019.

Menteri Dalam Negeri yang juga politikus PDIP, Tjahjo Kumolo menyebut boleh berkampanye di sekolah dan pesantren. Alasannya, pelajar juga punya hak pilih sehingga perlu mendapat pendidikan politik.

Hari ini, Minggu (14/10/2018), putri presiden RI keempat, Yenny Wahid ikut berpendapat senada. 

"Kenapa diperdebatkan? Kandidat boleh berkunjung ke pesantren atau lembaga pendidikan ya tidak masalah karena itu adalah mekanisme menyerap aspirasi dari warga pesantren sendiri yang kemudian harus diperjuangkan oleh, kalau kami paslon nomor 01 dalam pemerintahannya nanti," kata Yenny di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

Yenny menilai, setiap capres cawapres masih boleh bersilaturrahmi ke pesantren-pesantren di Indonesia. Dengan catatan tidak secara vulgar berkampanye atau malah langsung meminta dipilih.

"Tetapi mungkin kita kampanye tidak usah terlalu vulgar. Kita kampanye yang halus-halus saja. Tidak usah sebut coblos nomor sekian, nomor sekian, kan enggak usah. Jadi kita berkunjung, silaturahmi menyerap aspirasi," tambahnya.

Larangan tersebut tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, tepatnya pada pasal 280 ayat 1 huruf h. "Pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan."

Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja mengaku heran dengan pendapat Mendagri. Sebab, aturannya sudah sangat jelas dalam undang-undang.

"Ya enggak boleh lah, itu jelas. Yang berhak memperbolehkan atau tidak kan undang-undang, baca aja undang-undangnya, mungkin keselimpet kali, tolong ditanya lagi sama Pak Tjahjo," kata Rahmat pekan lalu.