Minggu, 14 Oktober 2018 12:57 WITA

Dengar Curhat Pemuda Islam Bone, Andi Mariattang Kaget

Editor: Abu Asyraf
Dengar Curhat Pemuda Islam Bone, Andi Mariattang Kaget
Anggota DPR RI Andi Mariattang bersilaturahmi dengan aktivis pemuda Islam di Bone, Minggu (14/10/2018).

RAKYATKU.COM - Anggota DPR R dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Andi Mariattang dibuat kaget di Masjid Agung Watampone, Minggu (14/10/2018).

Aktivis pemuda Islam yang hadir dalam silaturahmi di aula masjid itu menyampaikan curahan hatinya. Kata mereka, Pemprov Sulsel terkesan mengabaikan perda keagamaan selama ini. Buktinya, dana pembinaan keagamaan tersendat.

"Jujur saya kaget mendengar ini semua. Inilah gunanya kita bertemu. Saya perlu jelaskan, Perda itu harus dijalankan. Justru kalau tidak dijalankan, maka melanggar," ujar mantan anggota DPRD Sulsel dua periode itu.

Andi Mariattang salah seorang legislator yang turut memperjuangkan dan mengawal Perda keagamaan tersebut. Makanya, dia kaget mendapat informasi bahwa regulasi tersebut terkesan diabaikan pemerintah.

Saat ini, Andi Mariattang tengah berjuang untuk kepentingan yang lebih besar. Bersama koleganya, politikus perempuan ini menjadi inisiator pembentukan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. 

Dengar Curhat Pemuda Islam Bone, Andi Mariattang Kaget

"Saya berharap dengan UU ini nasib lembaga pendidikan keagamaan kita lebih terjamin," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Mariattang yang duduk di Komisi II DPR RI bersyukur bisa bertatap muka langsung dengan para aktivis pemuda Islam di Bone.

"Inilah rumah saya. Saya bersyukur kita bisa bertatap muka langsung. Kita enak rasanya bicara. Perasaan kita, kebutuhan kita. Kegelisahan kita sebagai aktivis Islam. Kerja kita untuk umat," ujar Andi Mariattang di hadapan para aktivis Islam.

Andi Mariattang berada di Bone selama dua hari ini dalam rangka menyerap aspirasi warga Bone.

Andi Mariattang mengakui selama ini perhatian negara terhadap keagamaan masih perlu ditingkatkan. Bahkan pembinaan lembaga keagamaan dan pesantren seolah masih dinomorduakan. 

Andi Mari bercerita, sejak duduk di DPRD Sulsel selama dua periode memang banyak memberi perhatian utama pada keagamaan. Juga terhadap pelayanan dasar terutama air bersih, kesehatan ibu hamil, dan pertanian.
 
"Saya ini aktivis Islam yang lahir dan besar di desa sehingga saya paham kondisi keagamaan kita sekaligus kebutuhan riil warga kita," tambah Andi Mariattang.

Perjuangan Perda Keagamaan di Sulsel, lanjutnya, berawal dari keprihatinannya terhadap rendahnya perhatian terhadap guru mengaji dan imam masjid. Dengan Perda, pemerintah mau tak mau harus mengalokasikan dana khusus untuk kesejahteraan mereka.