Minggu, 14 Oktober 2018 08:15 WITA

Hilangkan MUI Sulsel, Ini Hasil Revisi Surat Wagub yang Larang Acara Berbau Syirik

Editor: Abu Asyraf
Hilangkan MUI Sulsel, Ini Hasil Revisi Surat Wagub yang Larang Acara Berbau Syirik
Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah merampungkan surat imbauan larangan acara budaya berbau syirik. Majelis Ulama Indonesia (MU) Sulsel dihilangkan.

Surat imbauan tersebut, akan ditujukan ke pemerintah kabupaten/kota se-Sulsel dan seluruh OPD lingkup Pemprov Sulsel.

"Hari Senin akan diteruskan ke kabupaten/kota," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Asmanto Baso Lewa, Sabtu (13/10/2018).

Asmanto berharap, surat imbauan itu dapat diterima semua elemen masyarakat di Sulsel.

Dalam surat imbauan yang diterima Rakyatku.com, ada sejumlah perubahan pada naskah dari konsep surat imbauan yang beredar beberapa hari yang lalu. Surat imbauan itu diteken langsung Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Berikut isi surat imbauan Pemprov Sulsel:

Memperhatikan fenomena bencana alam yang banyak terjadi akhir-akhir ini, dan menyikapi desakan/masukan beberapa kelompok masyarakat, khususnya masyarakat muslim dalam menilai perilaku maksiat, bentuk budaya kesyirikan, asusila dan lainnya, sebagai salah satu faktor Sang Pencipta Allah subhanahu wata'ala memberi cobaan, maupun peringatan yang sifatnya bukan hanya berdampak pada perilaku, tapi juga masyarakat umum lainnya dalam perspektif tinjauan dan keyakinan agama. 

Sebagai upaya responsif pemerintah dalam menyerap aspirasi untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, maka kami selaku Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan imbauan sebagai berikut:

1. Setiap kegiatan provinsi/kabupaten/kota untuk memperhatikan agenda atau kegiatan yang dilaksanakan agar sesuai dengan norma agama dan budaya masyarakat setempat.

2. Melakukan koordinasi sesuai urgensi dengan lembaga agama dalam hal ini majelis-majelis agama setempat untuk meminta pandangan dan nasihat setiap kegiatan baik seni, budaya, maupun kegiatan lainnya yang dilaksanakan di muka umum.

3. Melakukan kegiatan tradisional yang kreatif tanpa mengenyampingkan aturan budaya dan agama serta tetap memperlihatkan karakter sebagai orang Sulawesi Selatan yang religius dan berbudaya.

4. Sebagai insan yang beragama, segenap warga masyarakat dan pemerintah senantiasa berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa agar mendapatkan perlindungan, dan juga kepada warga yang tertimpa musibah bencana alam serta memberikan bantuan kepada mereka sesuai dengan kebutuhan.

Imbauan ini berlaku sejak ditetapkan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan


Andi Sudirman Sulaiman

Pada surat imbauan hasil revisi ini, "Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan" dihilangkan. Kalimat itu diganti dengan "majelis-majelis agama setempat".

Pada draf awal surat imbauan yang diteken Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman tersebut belum memiliki tanggal. Berikut isinya:

Berkaca pada fenomena bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini, dan desakan/masukan beberapa kelompok masyarakat muslim dalam menilai prilaku maksiat, bentuk budaya berbau kesyirikan, asusila dan lainnya, sebagai faktor pendorong Allah SWT memberi baik cobaan ataupun peringatan yang sifatnya bukan hanya berdampak pada perilaku, tapi juga masyarakat umum lainnya dalam perspektif tinjauan dan keyakinan agama. Serta sebagai upaya responsif pemerintah dalam menyerap aspirasi serta menjaga kerukunan umat beragama.

Maka kami selaku pemerintah provinsi mengimbau agar:

1. Setiap kegiatan provinsi/kabupaten/kota untuk selalu memperhatikan rundown acara yang berpotensi berbau kesyirikan, asusila, dan norma yang tidak sesuai budaya agama masyarakat setempat.

2. Senantiasa melakukan koordinasi dengan lembaga agama dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan untuk meminta pandangan dan nasihat setiap kegiatan baik seni, budaya maupun kegiatan lainnya di muka umum dan masyarakat beragama.

3. Melakukan kegiatan tradisional yang kreatif tanpa berlawanan dengan aturan budaya dan agama. Serta tetap memperlihatkan karakter sebagai orang Sulawesi Selatan yang religius dan berbudaya.

4. Segenap warga masyarakat untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar senantiasa mendapat perlindungan dalam setiap cobaan. Serta memberi kemudahan kepada saudara-saudara kita yang ditimpa musibah gempa dan tsunami melalui bantuan dan doa.

5. Imbauan ini juga berlaku bagi kegiatan seni, budaya dan adat istiadat yang dilakukan oleh kelompok pegiat, organisasi masyarakat, event organizer, perorangan dan lainnya.

Wakil Gubernur Sulsel


Andi Sudirman Sulaiman