Sabtu, 13 Oktober 2018 18:07 WITA

Presiden Maduro Tuduh Donald Trump Berusaha Membunuhnya

Editor: Suriawati
Presiden Maduro Tuduh Donald Trump Berusaha Membunuhnya
Presiden Venezuela Nicolas Maduro

RAKYATKU.COM - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh pemerintah Trump telah memerintahkan pembunuhannya.

"Dari Amerika Serikat, mereka memutuskan untuk membunuhku," kata Maduro dalam siaran televisi. "Mereka telah memberi perintah dari Gedung Putih agar Maduro dibunuh."

Dia kemudian menambahkan bahwa "Mereka bahkan tidak akan menyentuh satu pun rambut saya, karena Tuhan dan rakyat Venezuela melindungi saya."

Tuduhan pembunuhan yang dimaksud Maduro adalah serangan drone selama perayaan ulang tahun ke 81 Garda Nasional Venezuela.

Dalam pernyataanya, Maduro juga mengklaim bahwa Kolombia terlibat dalam serangan itu dan mengatakan bahwa dia punya bukti.

Dia juga menghubungkan Kolombia dengan perintah pembunuhan dari pemerintah Trump.

“Tugas telah diberikan kepada oligarki di Bogota, kepada pemerintah Bogota. Saya mencela ini kepada dunia,” kata Maduro.

"Dari Gedung Putih, [perintah] untuk membunuh Maduro telah diberikan kepada pemerintah Bogota."

Menanggapi tuduhan Maduro, seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan kepada Reuters bahwa "preferensi kebijakan AS untuk kembali ke demokrasi yang damai dan teratur di Venezuela tetap tidak berubah." CNN melaporkan bahwa Kolombia juga membantah tuduhan itu.

Klaim Maduro datang hanya dua hari setelah seseorang yang dituduh berkomplot membunuh Maduro meninggal di tahanan pejabat keamanan di Caracas.

Otoritas Venezuela mengatakan bahwa pria itu, Fernando Alban melakukan bunuh diri dengan melompat dari lantai 10 markas Badan Intelijen Bolivarian.

Alban adalah anggota dewan kota berusia 56 tahun dan merupakan kritikus Maduro.

Lawan Maduro percaya kematian Alban adalah bukti dari tindakan keras pemerintah yang sedang berlangsung terhadap para pembangkang.