Sabtu, 13 Oktober 2018 17:51 WITA

Alat Canggih Tak Mempan di Palu, Kapushidrosal Ajak Dekatkan Diri kepada Tuhan

Editor: Abu Asyraf
Alat Canggih Tak Mempan di Palu, Kapushidrosal Ajak Dekatkan Diri kepada Tuhan
Dampak gempa dan tsunami di pesisir Kota Palu, Sulawesi Tengah.

RAKYATKU.COM - KRI Spica-934 menemukan adanya longsoran dasar laut di Tanjung Labuan atau Wani Teluk Palu. Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengajak seluruh warga untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Longsoran itu ditemukan pada kedalaman 200-500 meter. Fakta itu ditemukan saat KRI Spica-934 melakukan survei dan pemetaan pasca gempa dan tsunami di perairan Teluk Palu.

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, mengatakan, hasil data ini diperoleh KRI Spica setelah melakukan survei full covered. Mereka menggunakan Multibeam Echosounder EM-302 yang mampu mengukur kedalaman hingga 6000 M di dalam Teluk Palu.

Dikutip dari Antara, pakar tsunami Dr Gegar Sapta Prasetya dan Dr Rahman Hidayat yang ikut on board di KRI Spica menyebutnya sebagai "submarine slumps". Longsoran tersebut diperkirakan sebagai sumber kekuatan tsunami yang menerjang Palu dan sekitarnya.

Harjo menambahkan, KRI Spica juga mengecek kemungkinan adanya spot kedangkalan di mulut teluk dan menambah area pemeruman di luar perairan Teluk Palu. 

"Hal ini bertujuan memperkuat data untuk pembuatan peta tematik mitigasi bencana," katanya.

Meski menggunakan alat canggih, Harjo mengatakan, longsoran tanah di bawah laut sangat sulit diprediksi walau alat deteksi dini telah dipasang. Kadang-kadang, katanya, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mampu menjelaskan seluruh kejadian di permukaan bumi.

Dia mengatakan, segala musibah yang terjadi tidak lepas dari kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Apalagi, Alquran dan hadis yang menjadi pedoman umat Islam, sudah banyak mengabarkan tentang sebab-sebab terjadinya musibah.

"Maka hendaknya upaya yang harus kita lakukan adalah dengan berusaha semakin mendekatkan diri kepada-Nya dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita agar bisa dihindarkan dari berbagai bencana alam yang sekarang dirasa semakin meningkat," tutur Harjo.