Sabtu, 13 Oktober 2018 17:09 WITA

"Untungnya Terlalu Sedikit", Jokowi Ungkap Alasan Batal Naikkan Harga BBM

Editor: Abu Asyraf
Presiden RI Joko Widodo

RAKYATKU.COM - Presiden Joko Widodo akhirnya membeberkan alasannya menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Padahal, penyesuaian harga tersebut sudah disepakati bulan lalu.

Dalam kesepakatan tersebut, kata Jokowi, bukan hanya harga premium yang hendak dinaikkan harganya. Kenaikan harga itu juga direncanakan berlaku untuk BBM jenis lainnya, seperti pertamax dan dex.

"Sudah kita bicarakan sebulan lalu dan sudah kita putuskan naik, naik," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Bogor, Sabtu (13/10/2018).

Belakangan, mantan gubernur DKI Jakarta itu mengaku mendapat hitung-hitungan baru dari Pertamina. Selain konsumsi masyarakat diprediksi menurun, kenaikan harga yang tipis itu juga tidak memberi keuntungan yang signifikan.

Pertamina, kata Jokowi, tidak akan mendapat keuntungan signifikan jika harga BBM jenis premium hanya dinaikkan Rp100, yakni dari Rp6.900 menjadi Rp7.000 per liter. "Tidak signifikan," jelas mantan wali kota Solo ini.

Rupanya hitungan baru tersebut tidak melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan yang nota bene seharusnya paling tahu. Makanya, Jonan langsung mengumumkan ke publik bahwa premium akan naik, Rabu (10/10/2018).

Saat itu, Jonan mengumumkan bahwa harga premium akan naik paling cepat pada pukul 18.00 WIB. Hanya berselang beberapa menit, Jokowi memerintahkan agar kenaikan harga BBM itu ditunda.

Jokowi memastikan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium tidak akan naik dalam waktu dekat. Jokowi menegaskan, keputusannya adalah membatalkan kenaikan harga premium, bukan menunda. 

"Enggak-enggak, sudah saya batalkan (rencana kenaikan harga premium)," kata Jokowi