Sabtu, 13 Oktober 2018 15:29 WITA

Sosialisasi Pemilu 2019, KPU Jeneponto Gelar "Goes To Campus" 

Editor: Abu Asyraf
Sosialisasi Pemilu 2019, KPU Jeneponto Gelar
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jeneponto menggelar sosialiasi gerakan sadar Pemilu 2019.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jeneponto menggelar sosialisasi gerakan sadar Pemilu 2019. Acara itu digelar di kampus STIKIP Yapti Jeneponto, Sabtu (13/10/2018).

Gerakan melindungi hak pilih setiap warga negara dan harus memastikan punya e-KTP. Meskipun kita warga negara, namun tidak punya e-KTP tidak bisa menggunakan hak pilihnya. 

Dalam waktu yang tidak lama bakal ada namanya gerakan ketuk seribu juta pintu dan sangat disayangkan jika Pemilu 2019 tanggal 17 April 2019 mendatang tidak punya e-KTP dan ingin memilih. 

"Yang belum punya e-KTP silakan ambil KTP di Capil sana. Itu gratis dengan menyiapkan berkas yang dibutuhkan. Memilih itu harus punya e-KTP dan pentingnya juga ber-KTP sebagai warga negara Indonesia," ucap Ketua KPU Jeneponto Muhammad Alwi. 

Pada kesempatan itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jeneponto menggelar kegiatan sosialiasi Pemilu 2019 "Goes to Campus" dengan mengangkat tema "Menuju Gerakan Sadar Pemilu 2019" diikuti ratusan mahasiswi akademi yang berasal.

Komisioner KPU Jeneponto, Samsuddin mengajak para mahasiswa untuk lebih bijak dan arif dalam menyikapi Pemilu 2019 dan memastikan diri punya e-KTP dan dapat menjadikan mahasiswa sebagai agen sosialisi kepemiliuan.

Sosialisasi Pemilu 2019, KPU Jeneponto Gelar

"Para mahasiswa sebagai generasi terdidik harus mampu menyampaikan ke masyarakat kepemiluan dan sebagai warga negara dapat memastikan diri punya e-KTP untuk menjadi perserta Pemilu 2019," kata Samsuddin. 

Dalam kegiatan yang dimoderatori oleh Ekawaty Dewi itu menghadirkan pembicara, yakni Baharuddin Hafid, Samsuddin, dan Ketua KPU Jeneponto, Muhammad Alwi. 

Goes to Campus tersebut sebagai ajang silaturahmi juga untuk membangkitkan rasa kepedulian pemilih terdidik kepada daerahnya.

Hal itu didasari dengan minimnya kontribusi mahasiswa ataupun organisasi mahasiswa terhadap kemajuan daerahnya, sehingga menyebabkan kurangnya informasi tentang kepemiluan di daerah.

"Mahasiswa harus lebih aktif dan ikut serta dalam kegiatan kepemiluan terutama dalam memberikan suaranya saat hari pemilihan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan kepedulian mahasiswa sebagai generasi terdidik," pungkasnya.