Sabtu, 13 Oktober 2018 00:05 WITA

Saling Jawab Soal Ranperda, Ketua Balegda DPRD Bantaeng Justru Berpuisi

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Nur Hidayat Said
Saling Jawab Soal Ranperda, Ketua Balegda DPRD Bantaeng Justru Berpuisi

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng kembali digelar, Jumat (12/10/2018). 

Kali ini dengan agenda jawaban eksekutif terkait 6 rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang diajukan untuk dibahas DPRD. Juga jawaban legislatif atas 1 Ranperda yang diajukan kepada pihak eksekutif.

Ranperda inisiatif DPRD Kabupaten Bantaeng itu tentang Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Bagi Warga Miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Bantaeng.

Kedua belah pihak saling jawab setelah digelarnya rapat paripurna tentang pemandangan umum atas 7 Ranperda dimaksud, Kamis (11/10/2018).

"Sidang paripurna kemarin kita sudah mendengarkan pemandangan umum fraksi terhadap 6 Ranperda yang diusulkan eksekutif. Dan pemerintah daerah hadir guna menyampaikan jawaban atas catatan-catatan dari semua fraksi," ujar Sekda Bantaeng, Abdul Wahab mewakili jawaban eksekutif.

Satu per satu pertanyaan dalam catatan yang dibacakan tiap fraksi saat itu dijawab eksekutif. Umumnya meminta konfirmasi Pemkab Bantaeng, sejauh mana urgensi Ranperda itu. 

Di samping itu pertanyaan yang muncul, diharapkan Pemkab menjelaskannya. Dikatakan Sekda Bantaeng bahwa hal-hal yang sifatnya teknis dan butuh pemaparan lebih detail akan disampaikan lebih lanjut pada Rapat Pansus (Pansus) DPRD. Tentunya dengan menghadirkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan Ranperda masing-masing.

Saling Jawab Soal Ranperda, Ketua Balegda DPRD Bantaeng Justru Berpuisi

Sementara jawaban legislatif dibacakan oleh A Alim Bahri L Tana selaku Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda). 

Merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat tetap dan dipercayakan menjawab pertanyaan eksekutif atas pemandangan umum yang dibacakan Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin.

Sebelum membacakan jawaban itu, Ketua Balegda justru berpuisi. Katanya syair tersebut dari temannya, sengaja dipuisikan untuk menyikapi pesta demokrasi 2019 yang akan dihadapi.

Berikut syair puisi A Alim Bahri L Tana:

Kamu itu siapa
Hingga tiba-tiba merasa bisa mengubah nasib kami
Kamu itu dari mana
Mendadak hadir di tengah sulitnya terhadap segala janji

Kamu itu kenapa
Sampai merasa paling bisa membawa amanat berat sebab sebuah mimpi

Kamu itu ke mana saja
Saat piring-piring kami berdentang kering dari butiran nasi
Kamu dulu dari mana
Ketika lapak dan rumah kami hancur tergusur oleh sejuta arogansi

Kamu itu punya apa
Hingga begitu yakin bisa serutkan lautan kecewa serta air mata duka kami
Lalu ratusan fotomu sudah telanjur di sepanjang jalan dan sudut kota

Berlatar bendera organisasi dengan jas berdasi
Senyum paling memikat jidat rambut berjilat
Kau jual slogan dan janji-janji surga buat kami
Kamu tawarkan hidup paling indah di masa depan
Kau bawakan pula harapan tercantik tentang masa depan sebuah negeri

"Kemiskinan merupakan permasalahan bangsa dan negara yang mendesak. Memerlukan langkah penanganan dan penegakan yamg sistematis, terpadu dan menyeluruh dalam rangka mengurangi beban dan memenuhi hak-hak dasar warga negara secara layak melalui pembangunan inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan," kata A Alim Bahri L Tana, legislator dari Partai Demokrat itu.

Alasan itu yang dianggap penting mengajukan Ranperda Inisiatif DPRD Kabupaten Bantaeng. Sehingga perlu dibahas lebih lanjut yang kemudian ditetapkan menjadi Perda.