Jumat, 12 Oktober 2018 23:42 WITA

"Saya Simpan Itu di Laci", Pelajar di Jeneponto Minum Racun, Salami Teman Sekelas sebelum Meninggal

Editor: Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Warga Kampung Batupangkayya, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diduga bunuh diri. 

Korban tersebut masih di bawah umur, Dwi Astri Julia (15), yang masih berstatus pelajar.

Kepala Desa Tompo Bulu, Marwiah, mengatakan keluarga panik saat mendengar korban meninggal karena minum racun. 

Sebelum diketahui anak tersebut mimum racun, gurunya di sekolah sempat melihat kondisi aneh terhadap siswinya itu. Ia melihat air liur terus mengalir terus dari mulut siswinya itu.

"Itu hari di tanyaki sama gurunya, dia bilang mau jaki ikut ujian nak, di jawabnya iye ibu mauja. Ditanya lagi, nak apa sudah numinum, ia jawab racun bu, saya simpan itu dilaci. Jadi racun itu diambil oleh petugas Puskemas di rumah korban setelah ditanya oleh gurunya," jelas Marwiah, Jumat malam (12/10/2018). 

Selain itu, kata Marwiah, yang diceritakan oleh guru korban, ada juga hal aneh lain dengan kelakuan anak itu. Semua teman sekelasnya diajak berjabat tangan disaksikan oleh guru-gurunya.

"Jadi menurut gurunya itu, di sekolah semuanya nasalami dan berucap minta maaf ka di. Maka semua keluarga heran kenapa bisa minum racun, semua keluarga tidak tau kalau anak itu minum racun. Korban ini ponakan saya dan masih kelas tiga," ucapnya sedih. 

Plt Kasubang Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul, mengatakan korban tersebut tiba-tiba mengeluh kepada kakeknya bernama Haji Kamaruddin Tompo. Korban mengalami sakit pada bagian perut dan di kepala. Juga keluar keringat dingin.

"Atas keluhan cucunya sehingga si kakek membawa korban ke Puskesmas Tompo Bulu untuk memeriksa kesehatan. Korban diduga minum racun (serangga) jenis Furadan 3GR sebanyak satu sendok makan sehingga mengakibatkan sakit perut disertai keringat dingin," kata Syarul. 

Korban selanjutnya dirujuk ke RS Lanto Dg Pasewang Jeneponto. "Tak ada perubahan atas kondisi korban di Puskemas Tompo Bulu, sehingga korban dirujuk ke Rumah Sakit Lanto Dg Pasewang Jeneponto, nyawa pun tak dapat diselamatkan, meninggal dunia," tutur Syahrul.

Informasi dihimpun Rakyatku, korban akan dimakamkan, Sabtu (13/10/2018) karena masih menunggu orang tuanya yang masih di daerag. Orang tuanya ada di Mamuju, Sulawesi Barat. Juga masih menunggu keluarga dari Kalimantan.