Sabtu, 13 Oktober 2018 07:15 WITA

Melihat Kegiatan Pengungsi Korban Gempa-Tsunami Sulteng di Asrama

"Saya Tidak Mau Tahu Dulu Apa yang Terjadi di Sana Sekarang"

Penulis: Himawan
Editor: Nur Hidayat Said
Para pengungsi korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di Asrama Haji Sudiang.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jumat petang (12/10/2018) di Asrama Haji Sudiang. Satu per satu pengungsi korban gempa-tsunami Sulawesi Tengah keluar dari kamarnya. Beberapa tampak asyik mengobrol di depan wisma masing-masing. Beberapa lainnya sedang fokus menonton televisi. 

Kebahagiaan tampak di wajah anak-anak yang asyik main kejar-kejaran sesama anak pengungsi lainnya. Pemandangan ini berlanjut hingga ke taman ceria yang didirikan oleh Dinas Sosial bersama Unicef dan lembaga perlindungan anak lainnya. 

"Boleh foto, Om?" ujar salah seorang anak pengungsi yang lalu berlari bersama teman-temannya. 

Suasana di asrama haji itu campur aduk. Di tengah langit mendung bulan Oktober ini, beberapa pengungsi mengalami trauma bila mengingat suasana Magrib di Kota Palu dua pekan lalu.

Ada yang memaksa tidak mau tahu apa yang terjadi, ada yang hanya berdiam diri meski diam-diam juga merindukan kampung halaman.

"Saya tidak mau tahu dulu apa yang terjadi di sana sekarang. Saya masih trauma, pokoknya saya mau tenangkan diri dulu," kata Dinda, salah satu korban gempa kepada Rakyatku.Com, Jumat (12/10/2018).

Trauma healing saat ini memang tengah dirasakan oleh para pengungsi korban gempa-tsunami. Tidak hanya dirasakan anak-anak tetapi sebagian pengungsi dewasa juga merasa pilu bila kembali mengingat peristiwa nahas Jumat 28 Oktober lalu itu.

loading...

Kejadian ini ditanggapi serius oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Sosial, Ilham A Gazaling, mengingkapkan ia telah menemui Gubernur Sulsel untuk mengatasi permasalahan para pengungsi. 

Menurutnya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, siap mendatangkan beberapa armada dari Dinas Kesehatan untuk membantu para pengungsi. Ilham juga mengatakan pihaknya akan mendatangkan beberapa psikolog dari Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk membantu pengungsi menghilangkan traumanya.

"Trauma healing ada dari UNM dan ada dari Unhas yang akan masuk. Kita sudah menyampaikan, tinggal kita tunggu dia datang," kata Ilham. 

Menurut Ilham, para pengungsi yang berada di Asrama Haji saat ini memiliki kemauan untuk kembali ke Palu. Namun bayang-bayang gempa itu masih ada. Ia pun tidak memaksakan bila ada warga Palu yang masih ingin tinggal sementara di Asrama Haji.

"Kami berkoordinasi (dengan pemerintah Palu). Sekarang kan Palu juga sudah menyiapkan hunian sementara," pungkas Ilham. 

Saat ini masih ada sekitar 700 pengungsi gempa dan tsunami Sulawesi Tengah yang berada di Asrama Haji Sudiang Makassar. Mereka tinggal di 13 wisma yang disediakan.

Loading...
Loading...