Jumat, 12 Oktober 2018 21:33 WITA

Wabup Bantaeng Resmikan Borong Loe, Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan

Editor: Aswad Syam
Wabup Bantaeng Resmikan Borong Loe, Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan
Peresmian Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan.

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Wakil Bupati Bantaeng, H Sahabuddin, meresmikan Desa Borong Loe, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial/BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2018, Jumat (12/10/2018).

Peresmian yang dilakukan di kantor desa ini, dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bantaeng, Reinaldo, Perwakilan BPJS Makassar, Minarni, Kadis PMDPPPA Bantaeng, Chaeruddin Arsyad, Camat Pa'jukukang, Jamaluddin dan Kades Borong Loe, H Hasyim.

Sebelumnya, ratusan warga desa yang hadir disambut dengan registrasi oleh petugas, dalam rangka keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka dipandu mengisi formulir serta menyerahkan tanda identitas diri berupa KTP.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bantaeng, Reinaldo mengatakan, Desa Borong Loe dipilih karena memenuhi syarat yang ditetapkan Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan. 

Diketahui, secara administratif Warga Negara Indonesia tinggal menyebar di lebih dari 70 ribu desa di seluruh Indonesia. Umumnya bekerja mandiri dan hampir semua tidak memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Tidak semua desa di Indonesia terpilih menjadi Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan, karena harus melalui beberapa persyaratan dan kriteria tertentu, yang telah ditetapkan Kantor Pusat di Jakarta," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Reinaldo, risiko kecelakaan kerja warga desa lebih tinggi dibanding pekerja industri, karena sangat tergantung pada alamnya. Makanya warga desa perlu mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Hal tersebut sesuai Nawacita Presiden Republik Indonesia, Jokowi. Pada point tiga disebutkan, "Membangun Indonesia di pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa, dalam rangka negara dan kesatuan". 

Demikian pula di point kelima, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera, dengan mendorong "Land Reform" serta jaminan sosial untuk seluruh rakyat di tahun 2019.

Pada kesempatan sama, Wabup Bantaeng, Sahabuddin menyerahkan Kartu Peserta serta Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja senilai Rp24 juta. 

Santunan ditambah Jaminan Hari Tua senilai lebih dari Rp13 juta, diterima langsung Syamsiah selaku Ibu dan Ahli Waris dari Hasman, yang bekerja di perusahaan Pioneerindo Gourmet Internasional.

"Menjadi pilihan tepat dengan diresmikannya Borong Loe sebagai Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan. Sebagian besar penduduk desa ini bekerja di sektor informal seperti nelayan, pembudidaya rumput laut, pembuat batu merah atau petani yang senantiasa dihadapkan pada risiko baik kecelakaan kerja, bahkan meninggal dunia," jelasnya.

Sahabuddin yakin, masyarakat bisa melaksanakan aktivitasnya dengan tenang, karena sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Dia berharap, desa lainnya mengikuti Borong Loes. Pada akhirnya Kabupaten Bantaeng jadi pelopor perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Usai peresmian, calon peserta maupun warga yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapat penjelasan teknis. Sosialisasi berlangsung alot disertai diskusi terkait proses pendaftaran, metode kepesertaan, hingga sistem penyaluran santunan jika terjadi klaim.