Jumat, 12 Oktober 2018 20:40 WITA

Tes Psikologi Calon Anggota KPU 7 Daerah di Sulsel Libatkan 22 Psikolog

Editor: Nur Hidayat Said
Tes Psikologi Calon Anggota KPU 7 Daerah di Sulsel Libatkan 22 Psikolog
Ketua Pusat Layanan Psikologi (PLP) Fakultas Psikologi UNM, Dian Novita Siswanti.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sebanyak 210 calon anggota KPU dari tujuh daerah di Sulawesi Selatan sedang mengikuti tahapan tes psikologi. Tahapan tersebut berlangsung di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard Makassar sejak Kamis (11/10/2018) hingga Sabtu (13/10/2018).

Ketua Pusat Layanan Psikologi (PLP) Fakultas Psikologi UNM, Dian Novita Siswanti, menjelaskan ada tiga metode tes psikologi yang diterapkan kepada para calon komisioner tersebut.

"Kan ini tiga hari. Hari pertama itu tes tertulis dan dilanjutkan dengan FGD (Focus Group Discussion) tentang kepemimpinan, hari kedua dan ketiga itu wawancara. Khusus di FGD ada banyak aspek yang dinilai. Kita memberikan kasus dan kasus itu kemudian didiskusikan. Dari diskusi itu kita pantau sesuai aspek yang diminta sebagai syarat oleh KPU. Kasus yang diberikan adalah kasus tentang kepemiluan," tuturnya saat ditemui di sela-sela pelaksanaan tes psikologi tersebut, Jumat (12/10/2018).

Dalam FGD tersebut, menurut Dian, bukan salah benarnya jawaban yang menjadi tolok ukur penilaian. Namun, ada beberapa kriteria, salah satu di antaranya adalah komunikasi dalam diskusi serta gesture para calon.

"Kita tidak melulu melihat tepat atau tidaknya jawabannya tapi kita melihat dinamika kelompoknya, misalnya gesture, integritas, komunikasi, dan kerja sama. Itu semua bisa terlihat dalam proses diskusi," ungkapnya.

Sementara itu untuk sesi wawancara, menurut Dian, setiap orang akan diwawancarai selama 45 menit dengan dua pewawancara sekaligus.

"Wawancaranya 45 menit per orang, satu peserta dihadapi dua assesor dari dosen Fakultas Psikologi UNM yang telah bersertifikat semua dan bergelar psikolog. Sesi wawancara dibagi menjadi 11 kelompok," jelasnya.

Lalu bentuk penilaian dan rekomendasinya kepada Timsel seperti apa? Dian menuturkan ada tiga bentuk rekomendasi yang akan diserahkan ke Timsel sebagai hasil dari pelaksanaan tes psikologi tersebut.

"Penilaiannya ada skoring, kemudian ada juga kualitatif. Rekomendasinya dalam bentuk disarankan, dipertimbangkan dan tidak disarankan. Kami hanya akan langsung memberikan kepada Timsel selaku user kami tidak langsung kepada peserta. Data itu yang akan digunakan Timsel untuk menentukan siapa yang lolos ketahap selanjutnya," pungkasnya.