Jumat, 12 Oktober 2018 18:30 WITA

Mengunjungi Dapur Umum Pengungsi Korban Gempa-Tsunami Palu

Penulis: Himawan
Editor: Aswad Syam
Mengunjungi Dapur Umum Pengungsi Korban Gempa-Tsunami Palu
Suasana di dapur umum Asrama Haji Sudiang.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - "Srettt...srettt..." Bunyi itu terdengar dari wajan, saat pisang berlumur tepung, ditaruh di minyak yang mendidih.

Jumat (12/10/2018), beberapa petugas dari tim Tagana (Tanggap bencana), tampak sedang menggoreng pisang. "Untuk camilan pengungsi," kata Ka'das, salah seorang tagana yang bertugas di dapur umum, Asrama Haji Sudiang, kepada Rakyatku.com. 

Di sini, ada 708 pengungsi dari Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah. Daerah-daerah tersebut, baru saja terserang bencana.

Ka'das mengatakan, sejatinya pihaknya menyediakan makanan berat dua kali sehari untuk para pengungsi. Namun, ia tak melarang jika ada pengungsi yang ingin makan lebih. Pihaknya mempersilakan pengungsi langsung ke dapur umum, jika butuh makanan lagi. 

"Kalau ada yang mau makan lagi, biasanya pengungsi langsung ke sini," imbuh Ka'das. 

Ka'das mengungkapkan, bantuan pangan memang tak kunjung hentinya datang ke asrama haji. Itu, membuatnya bisa mencukupi kebutuhan para pengungsi yang mencapai ratusan orang per hari. 

"Ada juga yang biasa menyumbang nasi kotak langsung. Bahkan awal-awal itu, ada tiga ribuan nasi kotak," lanjutnya. 

Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Ilham A Gazaling mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, akan kembali menambah dapur umum untuk para pengungsi. Itu untuk membuat para pengungsi mendapatkan jatah makan tiga kali sehari. 

"Insyaallah ada dua lagi dapur umum yang akan datang. Itu agar pengungsi bisa dapat makanan tiga kali sehari," kata Ilham saat ditemui di lokasi pengungsian. 

Saat ini, ada 708 pengungsi korban gempa dan tsunami berada di Asrama Haji Sudiang. Para pengungsi itu tinggal di 13 wisma yang disediakan pemerintah.