Jumat, 12 Oktober 2018 16:37 WITA

Muhammadiyah Sulsel Dukung Larangan Kegiatan Budaya Berbau Syirik

Editor: Abu Asyraf
Muhammadiyah Sulsel Dukung Larangan Kegiatan Budaya Berbau Syirik
Ketua Muhammadiyah Sulsel, Prof Dr Ambo Asse

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait imbauan untuk tidak menggelar acara budaya yang berbau syirik.

"Bagus itu. Memang hal-hal yang berbau syirik itu merusak akidah. Maka saya menganggap imbauan itu adalah hal yang baik," kata Ketua Muhammadiyah Sulsel, Prof Dr Ambo Asse kepada Rakyatku.com, Jumat (12/10/2018).

Imbauan itu, kata Ambo Asse, menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan pemahaman terkait pelanggaran akidah dalam Islam.

"Jadi seruan meninggalkan budaya yang berbau syirik itu juga untuk umat muslim Indonesia secara umum. Selain berdoa, bertaubat. Sehingga terhindar dari marabahaya," tambah dosen UIN Alauddin Makassar ini.

Menurutnya, imbauan itu perlu. Apalagi memang, dalam Islam, ada kaitannya bencana alam yang terjadi dengan perilaku manusia.

"Contohnya, konon ada yang bilang di Palu itu, ada praktik yang mengarah kesyirikan, lalu terjadi (bencana). Itu yang saya kira dasarnya dari situ," jelasnya.

"Apalagi memang, kalau diperhatikan, meskipun tidak semuanya, ada beberapa kegiatan masyarakat itu yang membawa sesajen ke laut, sungai, atau ke tempat-tempat yang dianggap keramat. Dalam Islam itu sudah jelas dilarang," pungkasnya.