Jumat, 12 Oktober 2018 15:35 WITA

Larangan Acara Budaya Berbau Syirik, MUI Sulsel: Butuh Penyamaan Persepsi

Editor: Mulyadi Abdillah
Larangan Acara Budaya Berbau Syirik, MUI Sulsel: Butuh Penyamaan Persepsi
Prof Muhammad Galib

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan mendukung surat imbauan Pemprov Sulsel terkait larangan acara yang berbau syirik. Surat edaran ini akan diterbitkan untuk menyikapi bencana alam akhir-akhir ini dan desakan kelompok masyarakat muslim. 

"Secara prinsip, kalau tujuannya untuk peningkatan iman dan takwa, pasti MUI mendukung. Hal-hal yang berbau syirik, memang harus dihindari," kata Sekretaris MUI Sulsel, Prof Muhammad Galib kepada Rakyatku.com, Jumat (12/10/2018).

Kata Prof Ghalib, hingga kini MUI Sulsel belum menerima secara resmi surat imbauan itu. Namun demikian, terkait substansi dari surat itu, ada baiknya bisa dibicarakan oleh banyak pihak. Apalagi, menyangkut dengan agama.

"Kita berharap, seluruh mubalig kemudian tidak punya persepsi berbeda apa yang menjadi inti surat itu. Jadi saya pikir, harus ada penyamaan persepsi. Kita ingin MUI, biro keagamaan kantor gubernur Sulsel, dan Kemenag sebagai leading sector pembinaan keagamaan, juga terlibat secara bersama merumuskan dan memahami hal-hal yang bersifat kesyirikan itu," lanjut Prof Ghalib.

Duduk bersama itu, menjadi penting untuk dilakukan menurutnya, agar dalam penerapannya, bisa berjalan dengan baik, santun, dan sesuai dengan keyakinan masing-masing pemeluk agama.

Masalahnya juga kata Prof Ghalib, bukan tidak mungkin akan ada kesulitan dan kebingungan bagi masyarakat, untuk mengetahui kegiatan budaya yang berbau syirik.

"Jadi itulah sebabnya, harus dirumuskan secara jelas. Jangan sampai di kalangan umat Islam saja ada perbedaan perspektif. Jangan-jangan nanti ada yang bilang ini budaya, ini syirik. Lalu kemudian cara menyikapinya berbeda. Misalnya, terjadi gesekan atau disharmonisasi," jelasnya.

Namun sekali lagi ditegaskan Prof Ghalib, secara kelembagaan, MUI Sulsel tidak keberatan dengan rencana surat imbauan itu. Cuma memang, perlu pembahasan lebih dalam lagi.

"Saya kira imbauan sebagai umara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita, kita dukung. Karena imbauan itu menuntun kita untuk menjadi pemeluk agama yang baik, sesuai dengan agama masing-masing. Pada sisi lain, menjadi warga negara yang baik," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov Sulsel akan mengeluarkan surat imbauan terkait larangan acara budaya berbau syirik. Imbauan itu, menyikapi terjadinya berbagai peristiwa bencana alam belakangan ini.