Jumat, 12 Oktober 2018 15:20 WITA

Badan Geologi akan Petakan Wilayah Rawan Likuifaksi

Editor: Mulyadi Abdillah
Badan Geologi akan Petakan Wilayah Rawan Likuifaksi
Kondisi pemukiman warga di Kelurahan Petobo, Palu usai dilanda fenomena likuifaksi pada 28 September 2018.

RAKYATKU.COM - Badan Geologi akan memetakan daerah-daerah yang rawan mengalami likuifaksi di Indonesia. Pemetaan ini agar tragedi "tanah bergerak" di Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah pada 28 September lalu tidak berulang. 

"Untuk menghindari agar tidak terjadi hal sama, Badan Geologi akan memetakan wilayah-wilayah yang rawan terjadinya likuifaksi," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar saat meninjau lokasi terjadi bencana likuifaksi di Palu, Jumat (12/10/2018). 

Sebelumnya, Staf Pusat Gempa dari BMKG Regional IV Makassar, Muhammad Imran, menilai, potensi terjadinya likuifaksi di Sulsel akibat sesar Walanae memungkinkan bisa saja terjadi. Karena, fenomena likuifaksi terjadi di daerah yang tanahnya lembek, daerah rawa dan reklamasi yang dijadikan perumahan. 

"Kalau di Sulsel, masalah likuifaksi masih harus dipetakan karena potensinya terjadi tetap ada. Karena daerah yang terjadi likuifaksi yaitu daerah rawa dan kawasan reklamasi (Makassar). Maka daerah rawa harusnya tidak boleh dijadikan pemukiman," ungkap Imran.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah enggan berkomentar banyak terkait potensi likuifaksi di kawasan reklamasi.

"Kalau saya jangan terlalu memberikan pandangan kalau belum ada hasil kajiannya. Nanti orang jadi ketakutan semua," kata Nurdin Abdullah, saat ditemui di rumah jabatannya, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (11/10/2018).

Menurut Nurdin, potensi likuifaksi itu memang harus menjadi perhatian. Akan tetapi, memang masih perlu kajian mendalam.

"Kalau menurut saya, kalau masih belum ada hasil kajian, penelitian yang baik, ya jangan dulu membuat statement yang menyesatkan. Jadi jangan membuat resah orang lagi," lanjut Nurdin.

"Apa dasarnya bahwa bisa saja daerah reklamasi itu... Ini semua ada yang mengatur. Jadi kalau menurut saya, kembalikan kepada pengatur alam. Jangan membuat sesuatu di luar kaidah-kaidah agama," jelasnya.

Namun demikian, memang akan ada upaya untuk melakukan deteksi terhadap wilayah di Sulsel yang berpotensi terjadinya bencana.

"Ya jangan bencana, angin. Kita belajar teknologi Jepang. Itu angin masih di Jakarta, sudah ditahu di tv. Dan kita antisipasi. Itu saja dulu," pungkasnya.

Tidak Layak Huni

Badan Geologi telah merekomendasikan dua dari tiga daerah yang mengalami likuifaksi di Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah, tidak lagi digunakan untuk permukiman. Kelurahan Petobo dan area Balaroa di Palu yang mengalami likuifaksi masif tidak layak untuk hunian. Sementara Jono Oge di Kabupaten Sigi dinilai tidak masif likuifaksinya. 

"Informasi dari Pemerintah Daerah, bahwa wilayah yang terkena bencana likuifaksi tidak akan dihuni dan akan dijadikan semacam memorial park, karena dua wilayah ini sudah tidak stabil lagi untuk didirikan bangunan dan dua wilayah ini berdasarkan Peta Likufaksi tahun 2012 merupakan wilayah dengan potensi terjadinya likuifaksi tertinggi," kata Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar.