Jumat, 12 Oktober 2018 14:41 WITA

Larangan Acara Budaya Berbau Syirik, Legislator NasDem: Bukan Urusan Pemprov Sulsel

Editor: Mulyadi Abdillah
Larangan Acara Budaya Berbau Syirik, Legislator NasDem: Bukan Urusan Pemprov Sulsel
M Rajab

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Legislator Partai Nasdem Sulsel, M Rajab tak sependapat dengan larangan acara budaya berbau syirik yang diterbitkan Pemprov Sulsel. 

Rajab mengatakan, semestinya Pemprov Sulsel tidak membuat surat edaran yang menghubungkan antara kejadian bencana dan perilaku manusia dalam budaya dan keadaban. Walaupun, dalam titik tertentu itu bisa dihubungkan, hanya saja bersifat spekulatif-subjektif. 

"Inikan ranah agama. Dan itu sangat spekulatif subjektif. Konten suratnya juga hal yang seharusnya tidak diurus oleh pemerintah provinsi," kata Rajab, Jumat (12/10/2018).

Kata Rajab, sebaiknya Pemprov Sulsel mengaitkan bencana gempa, tsunami dan likuifaksi dari sisi sains. Bukan pendekatan yang bersifat subjektif spekulatif. 

"Ditambah lagi, perkara bentuk budaya yang berbau kesyirikan, ini hal yang sangat debatable. Apakah kita mau mengatakan 'Maccera Tasi' dalam ritus budaya orang Luwu itu, budaya yang berbau kesyirikan? Lalu, siapa yang punya otoritas untuk mensyirikkan suatu kebudayaan?," lanjut juru bicara DPW Nasdem Sulsel ini.

"Saya minta kepada Pemprov Sulsel, agar lebih bisa melihat skala prioritas yang harus disikapi. Sebaiknya, pemprov bicara soal kemiskinan, pengangguran, honorer K2, dan pendidikan di daerah terpencil," pungkas eks Ketua KPU Luwu Utara ini.

Diberitakan, surat imbauan yang diteken Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaman itu, berkaca pada fenomena bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini dan desakan/masukan beberapa kelompok masyarakat muslim dalam menilai prilaku maksiat, bentuk budaya berbau kesyirikan, asusila dan lainnya. Namun, tak ada tanggal yang tercantum dalam surat itu.

Surat imbauan tersebut, rencananya baru akan diterbitkan pekan depan.