Jumat, 12 Oktober 2018 14:19 WITA

Soal Larangan Acara Budaya Berbau Syirik, Ini Penegasan Nurdin Abdullah

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Soal Larangan Acara Budaya Berbau Syirik, Ini Penegasan Nurdin Abdullah
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Foto/Dok

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yakin, surat imbauan yang diterbitkan Pemprov Sulsel terkait larangan acara budaya berbau syirik, dapat diterima oleh masyarakat. Surat imbauan itu, ditujukan kepada seluruh OPD lingkup Pemprov Sulsel, dan 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

"Saya kira siapa pun akan setuju dengan surat itu. Jadi jangan kita melakukan hal-hal yang mistik, yang dianggap musyrik," kata Nurdin Abdullah, Jumat (12/10/2018).

Kata Nurdin, sebagai umat beragama, memang sudah sepatutnya untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada kesyirikan.

"Karena tuntutan kita sudah jelas. Sebagai umat Islam, pedoman kita Alquran dan Hadits. Sebagai umat beragama kita percayakan kepada tuhan," lanjut mantan bupati Bantaeng dua periode ini.

Nurdin Abdullah berharap, surat imbauan itu menjadi perhatian bagi semua pihak. Selain itu juga akan menjadi contoh bagi masyarakat Sulsel.

"Saya pikir, mari kita sama-sama menjaga itu. Jaga keutuhan kita, memberikan contoh yang baik di tengah-tengah masyarakat," pungkas Nurdin.

Surat imbauan yang diteken Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaman itu, berkaca pada fenomena bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini dan desakan/masukan beberapa kelompok masyarakat muslim dalam menilai prilaku maksiat, bentuk budaya berbau kesyirikan, asusila dan lainnya. Namun, tak ada tanggal yang tercantum dalam surat itu.

Surat imbauan tersebut, rencananya baru akan diterbitkan pekan depan.