Jumat, 12 Oktober 2018 14:06 WITA

Soal Kenaikan Harga BBM, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Soal Kenaikan Harga BBM, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Unit Manager Communication & CSR MOR VII Pertamina, M Roby Hervindo mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui secara pasti, kapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dinaikkan.

"Betul. Kami (Pertamina) masih mengikuti dan menunggu arahan dari Pemerintah," kata Roby pada Rakyatku.com, Jumat (12/10/2018).

Roby mengungkapkan, kewenangan menaikan harga BBM jenis premium tidak berada pada Pertamina, melainkan pemerintah. Sehingga segala sesuatu terkait BBM premium, harus di koordinasikan dan dikonsultasikan terlebih dahulu pada pemerintah.

Hal itu berdasarkan dengan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

"Kalau pemerintah bilang naikan, yah kita naikan. Tapi kalau pemerintah bilang tunda, maka akan kita tunda. Karena kami di Pertamina hanya pelaksana," ungkapnya.

Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, sempat merencanakan kenaikan BBM jenis premium pada Rabu (10/10/2018) lalu.

Dalam rencana tersebut, harga BBM premium di Jawa, Madura dan Bali (Jamali) akan naik menjadi Rp 7.000 per liter. Kemudian untuk di luar Jamali, naik menjadi Rp 6.900 per liter.

Namun setelah adanya arahan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, rencana kenaikan harga BBM jenis premium itu langsung ditunda pada hari yang sama.