Jumat, 12 Oktober 2018 13:17 WITA

"Masyarakat Kita Memang Sedang Sulit", Ujar

Harga BBM Premium Batal Naik, Jubir Prabowo-Sandi Ungkit Janji Jokowi

Editor: Mulyadi Abdillah
Harga BBM Premium Batal Naik, Jubir Prabowo-Sandi Ungkit Janji Jokowi
Dahnil Anzar

RAKYATKU.COM - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar turut mengapresiasi langkah pemerintah yang membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. 

Menurut Dahnil, kebijakan pembatalan tersebut tak lepas dari kondisi daya beli rakyat saat ini dan perekonomian tanah air yang sedang terpuruk. Kondisi ini tak sejalan dengan janji politik Jokowi.

"Saya apresiasi Pak Jokowi membatalkan kenaikan BBM di tengah fakta daya beli masyarakat kita memang sedang sulit. Lapangan pekerjaan pun tak banyak tersedia. Dan, pertumbuhan ekonomi yang buruk," kicau @Dahnilanzar, Jumat (12/10/2018).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini pun turut mengungkit janji politik lainnya yang hingga kini belum terpenuhi. 

"Pertumbuhan ekonomi kita selama ini disokong oleh konsumsi masyarakat. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang rendah jauh dari janji politik 7 persen, maka menjaga agar konsumsi masyarakat tidak terus terpuruk, penting," tandasnya.

Sebelumnya, Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli menanggapi langkah Presiden Jokowi yang menunda kenaikan harga BBM Premium. Menurutnya, keputusan penundaan itu sudah langkah yang tepat.

"Mas Jokowi langkah pembatalan kenaikan harga BBM adalah langkah yang tepat karena daya beli rakyat golongan menengah bawah merosot. Ada banyak cara lain untuk mengatasi masalah," kicau Rizal melalui akun twitter pribadinya @RamliRizal, Kamis (11/10/2018). 

Rencananya, pemerintah akan memberlakukan tarif baru BBM jenis Premium menjadi Rp 7.000 per liter pada Rabu kemarin pukul 18.00 WIB. Namun, keputusan itu ditunda.

"Sesuai arahan bapak Presiden rencana kenaikan harga Premium di Jamali menjadi Rp 7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900, secepatnya pukul 18.00 hari ini, agar ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan, Rabu (10/10/2018).

Alasan penundaan kenaikan harga Preium salah satunya karena menunggu kesiapan Pertamina. Pertamina pada hari yang sama kemarin, juga telah menaikkan harga Pertamax Cs. Harga Pertamax di salah satunya naik Rp 900 menjadi Rp 10.400.