Jumat, 12 Oktober 2018 11:48 WITA

Tiga Budaya Sinjai Masuk Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Tiga Budaya Sinjai Masuk Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Trandisi Marrimpa Salo di Desa Sanjai Tahun 2017 Lalu (Foto:Rahmatullah)

RAKYATKU.COM, SINJAI - Belum cukup sebulan memimpin pemerintahan di Kabupaten Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa dan Andi Kartini akan diganjar penghargaan di sektor kebudayaan.

Kabar baik ini disampaikan oleh Wakil bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong usai menghadiri acara perayaan dan penyerahan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018 kemarin.

Sertifikat karya budaya yang telah ditetapkan tersebut diterima secara simbolis oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah bersama 10 Kabupaten lainnya di Sulsel. Sertifikat penghargaan itu akan diserahkan langsung oleh NA ke kepala daerah Sinjai.

Penghargaan tersebut merupakan yang perdana diterima selama pemerintahan Andi Seto Gadhista Asapa dan waklinya Andi Kartini Ottong. 

Kabupaten Sinjai sendiri pada tahun ini mendapatkan penetapan untuk tiga karya budaya yaitu Marimpa Salo, Mappogau Sihanua dan Rumah Adat Karampuang. 

Andi Kartini yang dimintai tanggapannya mengaku senang atas penghargaan tersebut. Menurutnya, Kabupaten Sinjai mendapatkan apresiasi penetapan warisan budaya tak benda Indonesia tahun 2018 yaitu Marrimpa Salo, Mappogau Sihanua, rumah adat Karampuang adalah hal yang patut disyukuri dan menjadi kebanggan.

"Sertifikatnya sudah diterima kemarin diwakili oleh dinas pariwisata propinsi dan insyaallah akan diserahkan oleh pak gubernur dan acaranya di propinsi Sulawesi Selatan," Ujarnya saat dimintai tanggapan oleh Rakyatku.com, Kamis (11/10/2018) kemarin.

Andi Kartini mengaku, kedepannya akan mendorong dinas pariwisata dan kebudayaan Sinjai untuk menggali lebih banyak lagi potensi Sinjai, karena Sinjai memiliki kekayaan budaya yang butuh sentuhan.

"Contohnya kuliner kita ada onde-onde, nasu likku, cucuru. Hal lainnya lagi seperti Ozon, Mangngulo, Tari Padduppa. Sisa dibicarakan dengan pemangku adat, seniman, dan budayawan untuk ditingkatkan potensinya," harap Andi Kartini.