Kamis, 11 Oktober 2018 18:35 WITA

Kawasan Reklamasi Rawan Likuifaksi, Gubernur Sulsel Bilang Begini

Editor: Mulyadi Abdillah
Kawasan Reklamasi Rawan Likuifaksi, Gubernur Sulsel Bilang Begini
Nurdin Abdullah dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Staf Pusat Gempa dari BMKG Regional IV Makassar, Muhammad Imran, mengatakan, fenomena "tanah bergerak" atau likuifaksi berpotensi terjadi di daerah hasil reklamasi. Di Sulsel, tanah hasil reklamasi ada di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Jalan Metro Tanjung Bunga. 

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah enggan berkomentar banyak terkait potensi likuifaksi di kawasan reklamasi.

"Kalau saya jangan terlalu memberikan pandangan kalau belum ada hasil kajiannya. Nanti orang jadi ketakutan semua," kata Nurdin Abdullah, saat ditemui di rumah jabatannya, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (11/10/2018).

Menurut Nurdin, potensi likuifaksi itu memang harus menjadi perhatian. Akan tetapi, memang masih perlu kajian mendalam.

"Kalau menurut saya, kalau masih belum ada hasil kajian, penelitian yang baik, ya jangan dulu membuat statement yang menyesatkan. Jadi jangan membuat resah orang lagi," lanjut Nurdin.

"Apa dasarnya bahwa bisa saja daerah reklamasi itu... Ini semua ada yang mengatur. Jadi kalau menurut saya, kembalikan kepada pengatur alam. Jangan membuat sesuatu di luar kaidah-kaidah agama," jelasnya.

Namun demikian, memang akan ada upaya untuk melakukan deteksi terhadap wilayah di Sulsel yang berpotensi terjadinya bencana.

"Ya jangan bencana, angin. Kita belajar teknologi Jepang. Itu angin masih di Jakarta, sudah ditahu di tv. Dan kita antisipasi. Itu saja dulu," pungkasnya.

Sebelumnya, Imran mengatakan, potensi terjadinya likuifaksi di Sulsel akibat sesar Walanae memungkinkan bisa saja terjadi. Karena, fenomena likuifaksi terjadi di daerah yang tanahnya lembek, daerah rawa dan reklamasi.

"Kalau di Sulsel, masalah likuifaksi masih harus dipetakan karena potensinya terjadi tetap ada. Karena daerah yang terjadi likuifaksi yaitu daerah rawa dan kawasan reklamasi (Makassar). Maka daerah rawa harusnya tidak boleh dijadikan pemukiman," ungkapnya.