Kamis, 11 Oktober 2018 18:32 WITA

Diintimidasi Jemaah, Mitra dan Agen Abu Tours Mengadu ke DPRD Sulsel

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Diintimidasi Jemaah, Mitra dan Agen Abu Tours Mengadu ke DPRD Sulsel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Aliansi Mitra, Agen, dan Jemaah korban Abu Tours mendatangi kantor DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (11/10/2018). Kedatangan mereka untuk mengadukan nasib keberangkatan jemaah umrah yang tertunda karena mengalami penipuan Abu Tours Travel. 

Salah satu peserta aksi, Anugrah mengatakan kepada anggota DPRD Sulsel yang menemuinya untuk meminta Kementrian Agama membantu keberangkatan jemaah Abu Tours ini. 

Anugrah mengungkapkan, jemaah yang berada di bawah naungan aliansinya bersiap menambah biaya umrah jika tambahan tersebu masih dalam kategori wajar. 

"Kami siap menambah yang jelas itu masih dalam tahap kewajaran. Bukan seperti isi maklumat Abu Tours yang dikeluarkan beberapa waktu lalu," kata Anugrah. 

Selain itu, para agen dan mitra yang hadiri di kantor DPRD Sulsel meminta perlindungan hukum yang mereka suarakan kepada anggota DPRD. Anugrah mengungkapkan, ada beberapa agen dan mitra yang mendapat intimidasi oleh jemaah karena tidak kunjung berangkat. 

Hal ini kata Anugrah, bukanlah kesengajaan karena menurutnya pihak agen dan mitra juga korban dari penipuan yang dilakukan Hamzah Mamba cs. Hal ini juga diamini oleh Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Muhammad Amran Aminullah. 

"Ada beberapa agen dan mitra yang diintimidasi sehingga meminta perlindungan hukum. Nanti kami akan sampaikan ke pimpinan untuk menindaklanjuti hal ini," ujar Amran. 

Amran juga mengungkapkan akan mempertemukan korban Abu Tours debgan Menteri Agama RI. Menurutnya, Kementrian Agama masih memiliki tanggung jawab mengenai kejelasan jemaah Abu Tours meskipun Hamzah Mamba telah ditahan. 

Sementara itu, pengacara Abu Tours, Hendro Saryanto menilai Kementrian Agama lepas tangan sebagai pengendali dan pengawas biro travel umrah. Pasalnya, Abu Tours disebut sudah melakukan penipuan sekitar tahun 2016 silam.

Hendro mengungkapkan hal sebagai kekeliruan. Ini dikarenakan jemaah Abu Tours yang tertunda keberangkatannya baru yang terdaftar di tahun 2018, 2019, dan 2020.

"Ini nanti yang kita sampaikan permasalahan ini ke Kemenag sebagai pengendali dan pengawas. Apa fungsinya sekarang?" ujar Hendro.