Kamis, 11 Oktober 2018 18:08 WITA

Harga BBM Premium Batal Naik, Pertamina: Kami Hanya Pelaksana

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Mulyadi Abdillah
Harga BBM Premium Batal Naik, Pertamina: Kami Hanya Pelaksana
M Roby Hervindo

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Unit Manager Communication & CSR MOR VII Pertamina, M Roby Hervindo mengatakan, wewenang untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) premium berada pada pemerintah.

"Premium itukan jenis BBM penugasan. Jadi untuk harga, sudah ada ketetapannya sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014," kata Roby pada Rakyatku.com, Kamis (11/10/2018).

BBM penugasan itu, lanjut Roby, adalah BBM yang pengadaannya ditugaskan kepada PT Pertamina (Persero), namun penentuan harga dilakukan oleh pemerintah.

"Jadi yang bisa dan berhak menetapkan harga hanya pemerintah. Kalau pemerintah bilang naikkan, yah kita naikkan. Tapi kalau pemerintah bilang tunda, maka akan kita tunda. Karena kami hanya pelaksana," ungkapnya.

Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, sempat merencanakan kenaikan BBM jenis Premium pada Rabu (10/10/2018) kemarin.

Dalam rencana tersebut, harga BBM Premium di Jawa, Madura dan Bali (Jamali) akan naik menjadi Rp 7.000 per liter. Kemudian di luar Jamali, naik menjadi Rp 6.900 per liter.

Namun, rencana kenaikan harga BBM jenis Premium kemudian ditunda pada hari yang sama. Hal itu berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.