Kamis, 11 Oktober 2018 17:44 WITA

Pengakuan Mansur, Penipu yang Ngaku Korban Gempa dan Tsunami Palu

Penulis: Azwar Basir
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pengakuan Mansur, Penipu yang Ngaku Korban Gempa dan Tsunami Palu
Foto/Arfa Ramlan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mansur (46), pelaku penipuan dengan modus mengaku sebagai korban gempa dan tsunami Palu, tak berkutik usai ditangkap polisi. Belakang diketahui pelaku sudah menjalankan aksinya selama dua pekan.

Warga Ampera, Kabupaten Sidrap ini mengaku terpaksa menjalankan aksinya tersebut karena ia telah gagal panen. Kebetulan, saat menonton televisi, ia melihat banyak yang ingin mengirim bantuan ke korban bencana gempa dan tsunami Palu,

Akhirnya, muncul di kepalanya untuk melakukan aksi berpura-pura sebagai korban bencana gempa dan tsunami Palu. Mansur pun kemudian meminta bantuan kepada masyarakat dengan mengirim SMS acak lengkap dengan nomor rekening di dalamnya.

"Saya awalnya melihat di televisi banyak korban berjatuhan, banyak yang meminta bantuan untuk membantu korban jadi saya berfikir untuk meminta bantuan melalui ATM," kata Mansur saat ditemui di Polrestabes Makassar, Kamis (11/10/2018).

Menurut Mansur, dirinya sudah menjalankan aksinya tersebut selama dua minggu, tepatnya mulai dari beberapa hari pasca terjadinya gempa dan tsunami Palu. Dari selang waktu yang cukup singkat itu, pelaku sudah menikmati uang dari hasil penipuan tersebut sebanyak 10 juta rupiah.

"Saya sudah melakukan ini selama dua minggu lebih, dan uang yang saya hasilkan dari situ untuk buat beli beras, serta untuk keperluan sehari-hari," jelasnya. 

Mansur juga mengaku tidak memiliki keluarga di Palu yang menjadi korban. "Saya tidak punya keluarga di Palu yang jadi korban," bebernya.

Pengakuan Mansur, Penipu yang Ngaku Korban Gempa dan Tsunami Palu

Sebelumnya, Aksi tipu-tipu Mansur (46) akhirnya terbongkar. Pria asal Kabupaten Sidrap ini memperdaya mangsanya dengan mengaku sebagai korban gempa dan tsunami Palu.

Pengungkapan ini setelah adanya laporan dari warga terkait pesan pendek (SMS) yang meminta sumbangan. Pelaku menyertakan nomor rekening dalam SMS tersebut. 

Dari hasil penyelidikan Polrestabes Makassar, petugas langsung menciduk Mansur (46) di Amparita, Kabupaten Sidrap, pada Rabu (10/10/18) kemarin. 

"Saat pengungkapan, pelaku tidak sementara melakukan aksinya. Di rumah pelaku kami mengamankan 8 handphone, satu Laptop. Ada 13 modem yang dipakai pelaku menjalankan aksinya," ucap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto.