Kamis, 11 Oktober 2018 15:46 WITA

Mengaku Korban Gempa dan Tsunami Palu, Mansur Ternyata Penipu

Editor: Mulyadi Abdillah
Mengaku Korban Gempa dan Tsunami Palu, Mansur Ternyata Penipu
Mansur saat diwawancara awak media di Mapolrestabes Makassar, Kamis (11/10/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Aksi tipu-tipu Mansur (46) akhirnya terbongkar. Pria asal Kabupaten Sidrap ini memperdaya mangsanya dengan mengaku sebagai korban gempa dan tsunami Palu.

Pengungkapan ini setelah adanya laporan dari warga terkait pesan pendek (SMS) yang meminta sumbangan. Pelaku menyertakan nomor rekening dalam SMS tersebut. 

Dari hasil penyelidikan Polrestabes Makassar, petugas langsung menciduk Mansur (46) di Amparita, Kabupaten Sidrap, pada Rabu (10/10/18) kemarin. 

"Saat pengungkapan, pelaku tidak sementara melakukan aksinya. Di rumah pelaku kami mengamankan 8 handphone, satu Laptop. Ada 13 modem yang dipakai pelaku menjalankan aksinya," ucap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto kepada awak media, Kamis (11/10/2018). 

Mengaku Korban Gempa dan Tsunami Palu, Mansur Ternyata Penipu

Kepada penyidik, pelaku yang berprofesi petani itu terpaksa menjalankan aksinya karena gagal panen. Aksi tipu-tipu ini dengan modus korban bencana sudah digencarkan sejak dua pekan lalu.

"Pelaku sudah menjalani aksinya tersebut selama kurang lebih dua minggu. Dari dua minggu menjalankan aksinya tersebut, ia sudah satu kali menarik uang sebanyak Rp 10 juta dari rekening ATM yang disebar," jelasnya. 

Mengaku Korban Gempa dan Tsunami Palu, Mansur Ternyata Penipu

Katanya, ada dua ATM BRI yang dipakai pelaku. Kedua ATM tersebut cabang Donggala. Salah satunya bernama Risa Ristianti. "Ternyata tersangka membeli ATM tersebut dari pemilik aslinya dengan harga Rp 1,2 juta,"  katanya. 

Atas aksinya tersebut, tersangka dikenakan pasal 28 ayat 1 juncto pasal 45 A UU informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman paling lama 6 tahun penjara atau denda paling besar Rp 1 miliar.