Kamis, 11 Oktober 2018 14:18 WITA

Beredar Surat Imbauan Wagub Sulsel Soal Larangan Acara Budaya Berbau Syirik, Benarkah?

Editor: Mulyadi Abdillah
Beredar Surat Imbauan Wagub Sulsel Soal Larangan Acara Budaya Berbau Syirik, Benarkah?
Andi Sudirman Sulaiman

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Surat imbauan tentang larangan acara budaya berbau syirik berkop gubernur Sulsel ramai beredar di aplikasi pesan sejak kemarin, Rabu (11/10/2018) malam. 

Imbauan yang diteken Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaman itu berkaca pada fenomena bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini dan desakan/masukan beberapa kelompok masyarakat muslim dalam menilai prilaku maksiat, bentuk budaya berbau kesyirikan, asusila dan lainnya. Namun, tak ada tanggal yang tercantum dalam surat itu.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Asmanto Baso Lewa yang dikonfirmasi menegaskan, surat imbauan itu baru sebatas konsep. 

"Jadi soal surat imbauan itu, pada tindak lanjutnya Pak Wagub perintahkan staf. Dan staf menganggap bahwa konsep itu sudah final, karena sudah tanda tangan," kata Asmanto Baso Lewa di kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (11/10/2018).

Namun diakui Asmanto, ada kelalaian dari staf Wagub Sulsel, sehingga surat imbauan itu cepat beredar. Maklum, diakui Asmanto staf Sudirman Sulaiman kebanyakan orang baru bertugas.

"Jadi apa yang beredar sekarang itu, sebenarnya terjadi mis di staf wagub. Ada adik-adik kita baru bertugas, belum paham tata laksana dengan baik. Karena di sana, mungkin staf wagub semua orang baru," jelas Asmanto.

Padahal lanjut dia, maksud dari tanda tangan Sudirman Sulaiman itu, untuk ditindaklanjuti ke Badan Kesbangpol. Apalagi, dalam draft itu belum ada paraf dari Sekda Sulsel.

"Jadi saya kira besok kita akan terbitkan yang betul-betul sudah melalui proses dan memenuhi tata naskah yang ada," ujarnya.

Terakhir kata Asmanto, atas kejadian ini, diharapkan bisa menjadi pelajaran.

"Tentu saja proses pembelajaran pemerintahan tidak bisa satu dua hari. Jadi tadi sudah saya cek di sana, perlu cek and recek. Karena ini menyangkut nama pimpinan," pungkas Asmanto.

Berikut isi surat imbauan dari Pemprov Sulsel yang beredar malam tadi:

Berkaca pada fenomena bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini, dan desakan/masukan beberapa kelompok masyarakat muslim dalam menilai prilaku maksiat, bentuk budaya berbau kesyirikan, asusila dan lainnya, sebagai faktor pendorong Allah SWT memberi baik cobaan ataupun peringatan yang sifatnya bukan hanya berdampak pada perilaku, tapi juga masyarakat umum lainnya dalam perspektif tinjauan dan keyakinan agama. Serta sebagai upaya responsif pemerintah dalam menyerap aspirasi serta menjaga kerukunan umat beragama.

Maka kami selaku pemerintah provinsi mengimbau agar:

1. Setiap kegiatan provinsi/kabupaten/kota untuk selalu memperhatikan rundown acara yang berpotensi berbau kesyirikan, asusila dan norma yang tidak sesuai budaya agama masyarakat setempat.
2. Senantiasa melakukan koordinasi dengan lembaga agama dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan untuk meminta pandangan dan nasehat setiap kegiatan baik seni, budaya maupun kegiatan lainnya di muka umum dan masyarakat beragama.
3. Melakukan kegiatan tradisional yang kreatif tanpa berlawanan dengan aturan budaya dan agama. Serta tetap memperlihatkan karakter sebagai orang Sulawesi Selatan yang religius dan berbudaya.
4. Segenap warga masyarakat untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar senantiasa mendapat perlindungan dalam setiap cobaan. Serta memberi kemudahan kepada saudara-saudara kita yang ditimpa musibah gempa dan tsunami melalui bantuan dan doa.
5. Himbauan ini juga berlaku bagi kegiatan seni, budaya dan adat istiadat yang dilakukan oleh kelompok pegiat, organisasi masyarakat, event organizer, perorangan dan lainnya.