Kamis, 11 Oktober 2018 13:01 WITA

Berkas Kasus Pembunuhan Sadis di Tinumbu Sudah di Tangan Jaksa, Tapi...

Penulis: Himawan
Editor: Mulyadi Abdillah
Berkas Kasus Pembunuhan Sadis di Tinumbu Sudah di Tangan Jaksa, Tapi...
Rekonstruksi kasus pembunuhan di Jalan Tinumbu, Selasa (04/09/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Berkas perkara tiga tersangka kasus pembunuhan di Jalan Tinumbu Lorong 165 B, Kota Makassar sudah berada di Kejari Makassar. 

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengungkapkan, berkas tersebut sudah diserahkan ke pihak Kejari Makassar pada dua minggu lalu. 

"Berkas sudah di jaksa tapi belum P21," ujar Wirdhanto saat dikonfirmasi Rabu (10/10/2018) kemarin. 

Namun, Wirdhanto belum menjelaskan penyebab berkas perkara itu dinyatakan belum lengkap. Ia cuma menegaskan bahwa pihaknya akan menyerahkan tiga tersangka bersama barang buktinya ke Kejari Makassar bila P21.

Ketiga tersangka pembunuhan ialah, Muhammad Ilham alias Ilho (23), Zulkifly Amir alias Ramma (22) serta satu otak pembunuhan Akbar Daeng Ampuh yang juga merupakan narapidana kasus pembunuhan lainnya. Mereka membakar hidup-hidup Haji Sanusi bersama lima orang keluarganya.

Pihak keluarga korban sendiri masih meragukan jika hanya ada tiga orang yang dijadikan tersangka atas kematian keluarganya. Amiruddin, ayah dari Fahri (salah satu korban) juga meragukan jika keluarganya itu tewas hanya karena rumah mertuanya dibakar. 

"Tidak mungkin. Pasti ada kejadian sebelum dibakar. Saya ragukan kalau memang dibakar kenapa tidak ada satupun yang lolos menyelamatkan diri padahal orang yang tinggal di dalam rumah itu kuat-kuat," kata Amiruddin beberapa hari setelah kematian keluarganya. 

Sejauh ini, polisi menyatakan tidak menemukan bukti-bukti yang dipikirkan oleh keluarga korban terkait meninggalnya enam orang di Jalan Tinumbu itu. Polisi juga tidak melakukan autopsi. 

Peristiwa pembakaran sendiri bermula karena Fahri diduga memiliki utang hasil penjualan narkoba kepada Akbar dg Ampuh yang juga merupakan salah satu pengedar narkoba dari balik penjara Lapas Klas IA Makassar.