Rabu, 10 Oktober 2018 21:29 WITA

Mahfud MD: Bukan Amien Rais yang Bakal Tersangka, lalu Siapa?

Editor: Abu Asyraf
Mahfud MD: Bukan Amien Rais yang Bakal Tersangka, lalu Siapa?
Amien Rais

RAKYATKU.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Mahfud MD yakin Amien Rais tak ikut jadi tersangka dalam kasus hoax. Apa alasannya?

Keyakinan Mahfud MD itu bertambah setelah melihat ekspresi Amien Rais usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

"Benar, kan? Setelah datang ke Polda dan memberi keterangan, Pak Amien Rais tampak plong dan memuji-muji kebaikan pemeriksaan oleh Polri," cuit Mahfud di akun Twitternya.

"Katanya dia diperlakukan baik dan tak dijebak. Sejak awal saya bilang, lebih baik Pak Amien datang ke Polda menjelaskan sebab dia bukan target untuk jadi tersangka," tambah mantan menteri pertahanan era Presiden Gus Dur itu.

Mahfud langsung mendapat pertanyaan dari warganet atas pernyataannya tersebut. Dia ditanya mengapa yakin Amien Rais tidak bakal jadi tersangka dalam kasus menjadikan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka tersebut.

"Tersangkanya kan Ratna Sarumpaet. Adapun Amien Rais dan kawan-kawan dipanggil bukan untuk dijadikan tersangka, melainkan hanya untuk dimintai keterangan yang memperkuat fakta bahwa Ratna menyiarkan berita bohong. Gitu saja, duh, kok diributkan. Makanya sejak awal saya menyarankan penuhi saja panggilan Polri," urai Mahfud.

Usai diperiksa penyidik Polda Metro Jaya, Amien Rais merasa dimuliakan penyidik. "Saudara-saudara, saya merasa dihormati, dimuliakan oleh para penyidik. Jadi betul-betul suasananya akrab penuh tawa, penuh canda," ujar Amien. 

Ada 30 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada Amien seputar pertemuan dengan Ratna Sarumpaet. Durasi pemeriksaan enam jam, namun sudah termasuk waktu istirahat dan makan. 

"Demikian smooth, demikian bagus. Pertanyaannya tidak muter-muter apalagi menjebak. Saya terima kasih sekali," sambungnya.

Tak cuma itu, di sela waktu jeda pemeriksaan, Amien juga disuguhi gudeg. Intinya Amien mengaku mendapat perlakuan baik dari polisi. "Siang tadi makan gudeg ayam kampung, kemudian ditantang kalau (mau) bawa nasi timbel juga masih ada, tapi terlalu banyak," ujarnya.

Sebelumnya saat datang sekitar pukul 10.16 WIB di Polda Metro, Amien bicara dengan intonasi tegas. Amien sebelum diperiksa bicara soal kejanggalan pemanggilan.

"Ini surat panggilan untuk saya tanggal 2 Oktober yang katanya berdasarkan keterangan Sarumpaet, padahal Sarumpaet ditangkap tanggal 4 Oktober. Ini sangat janggal. Tanggal 2, Sarumpaet belum memberi keterangan apapun ke polisi," ujar Amien. 

Selain itu, Amien Rais juga mempersoalkan kesalahan penulisan namanya dalam surat pemanggilan dirinya. "Nama yang tertulis pada surat panggilan saya tertulis Amin Rais. Padahal nama saya jelas Muhammad Amien Rais," kata Amien.