Rabu, 10 Oktober 2018 20:57 WITA

Makassar Jadi Tuan Rumah Konferensi Marga Tionghoa Asia Tenggara

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Mulyadi Abdillah
Makassar Jadi Tuan Rumah Konferensi Marga Tionghoa Asia Tenggara
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Konferensi Marga Tionghoa Asia Tenggara dan Pemilihan Koko-Cici Indonesia akan berlangsung di Kota Makassar pada tahun 2021 nanti.

Hal ini disampaikan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Provinsi Sulsel saat bertemua dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah, Rabu (10/10/2018). 

Penujukan Kota Makassar berdasarkan hasil kesepakatan ASEAN Chinese Clans Association (ACCA) di Manila, Philipina. Persetujuan penunjukan ibu kota Provinsi Sulsel ini disepakati sekitar 1.200 delegasi dari sembilan negara, termasuk utusan dari Tiongkok.

Penunjukan Kota Makasar sebagai tuan rumah Konferensi ACCA 2021, adalah kesempatan emas mempromosikan Makassar sebagai sentral pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur kepada investor dari ASEAN dan Tiongkok. Industri pariwisata, peluang investasi sangat terbuka lebar.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyambut penyelenggaraan ini dan berharap segala sesuatunya dipersiapkan dengan baik.

"Kita membangun kebersamaan jadi ringan semuanya. Promosi terbaik itu adalah menciptakan kesan dan mereka bisa menikmati Makassar," ujarnya. 

Ia juga menyampaikan agar penyelenggara mempromosikan objek-objek wisata yang ada. Jadi, yang datang bukan hanya peserta tetapi keluarga dari peserta juga bisa menikmati Makassar.

"Nanti welcome dinner di rumah jabatan saja," tuturnya. 

Ketua DPD PSMTI Sulsel, Willianto Tanta mengatakan, delegasi konferensi tahunan ini mayoritas pengusaha, profesional, akademisi dan sebagian birokrat dan politisi dari negara-negara ASEAN. Seperti Indonesia, Malaysia, Singapore, Vietnam, Kamboja, Filipina, Thailand dan dua tahun terakhir juga bergabung delegasi peninjau dari Tiongkok, Hongkong dan Taiwan.

"Konferensi ini bertujuan untuk pertukaran informasi di bidang perdagangan, pariwisata, bisnis, budaya dan lain-lain. Sehingga, setiap negara dapat mempromosikan kelebihan yang ada di negaranya," sebutnya.

Selain itu, pengurus juga melaporkan terkait rencana pemilihan Koko-Cici Indonesia Tahun 2020 di Makassar. 

"Ini bertujuan menggali potensi pemuda - pemudi suku Tionghoa agar mampu berperan aktif dalam kegiatan positif yang memperkokoh Bhineka Tunggal lka dan menjadi duta pariwisata bagi Sulsel, serta hal-hal positif lainnya," tuturnya. 

Diketahui, pada tahun 2018, Jason dan Fransiska K dinobatkan sebagai Koko dan Cici Sulsel.