Rabu, 10 Oktober 2018 17:24 WITA

Istri Bos Abu Tours Masuk Ruang Sidang, Jemaah Kembali Teriaki Rampok

Penulis: Himawan
Editor: Aswad Syam
Istri Bos Abu Tours Masuk Ruang Sidang, Jemaah Kembali Teriaki Rampok
Nursyariah Mansyur dan Khairuddin M. Latang, dua komisaris PT Abu Tours didakwa 20 tahun penjara.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Teriakan "rampok" menggema di ruang sidang Harifin Dg. Tompo, Rabu (10/10/2018). Itu setelah istri bos Abu Tours, Nursyariah Mansyur, memasuki ruangan itu.

Nursyariah yang juga merupakan terdakwa kasus penipuan, penggelapan, dan pencucian uang jemaah umrah Abu Tours, menjalani sidang perdana. Agendanya, pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum. 

Wanita yang menjabat sebagai komisaris PT Amanah Bersama Umat atau Abu Tours itu, didakwa 20 tahun penjara. Dakwaan ini sama dengan dua terdakwa sebelumnya, Muh. Hamzah Mamba dan M. Kasim. 

"Terdakwa dijerat pasal penipuan, penggelapan, dan pencucian uang yakni Pasal 372 dan 378 KUHP, serta pencucian uang Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010," kata salah satu jaksa penuntut umum, Tabrani. 

Dalam dakwaan jaksa, Nursyariah diketahui dipanggil 'bu bos' sewaktu masih menjabat sebagai komisaris Abu Tours. Sontak mendengar hal ini, para jemaah meneriaki perempuan berusia 34 tahun itu. 

"Perampok, jangan dibela itu. Seharusnya pengacaranya mengerti kalau yang dipakai dibayar itu uang jemaah," teriak salah satu jemaah. 

Jaksa menyebut Nursyariah menginisiasi beberapa pembelian aset Abu Tours, dengan memakai uang jemaah dan mentransferkan ke beberapa rekening. 

Satu komisaris Abu Tours lainnya, Khairuddin M. Latang, juga didakwa 20 tahun penjara. Ketiga terdakwa penipuan jemaah umrah Abu Tours, memang dilakukan secara terpisah (split). 

Dalam pembacaan dakwaan itu, Khairuddin juga dikenakan Pasal 372 dan 378 KUHP serta Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang. Khairuddin disebut turut menyembunyikan beberapa aset Abu Tours, ketika keuangan Abu Tours di tahun 2017 bulan November sudah mengalami defisit. 

"Khairuddin M Latang ditugaskan terdakwa, untuk menyembunyikan sertifikat dengan cara membawa ke Jakarta antara lain sertifikat kantor cabang Abu Tours di Medan dua buah, sertifikat kantor cabang di Palembang empat buah, Kendari dua buah," kata Jaksa saat membacakan dakwaan.