Rabu, 10 Oktober 2018 16:18 WITA

"Tolong Saya Mr Trump," Wanita Ini Curiga, Tunangannya Dibunuh Suruhan Kerajaan Saudi

Editor: Aswad Syam
Hatice Cengiz

RAKYATKU.COM, ISTANBUL - Hari itu, Hatice Cengiz, seorang wanita Turki, mengantar tunangannya, Jamal Khashoggi, masuk ke kedutaan besar Arab Saudi di Turki. Setelah itu, dia tak pernah keluar. Diduga, dia dibunuh oleh orang suruhan Kerajaan Arab Saudi.

Selasa, (9/10/2018), Khashoggi pergi ke kedutaan untuk mengurus surat cerainya dengan istrinya terdahulu.

Tunangannya, Cengiz yang mengantarnya, dilarang masuk. Dia disuruh menunggu di luar. Telepon Khashoggi, juga harus dititip ke Cengiz.

Cengiz melihat Khashoggi meliriknya. "Tunggulah, saya cuma sebentar," ujarnya.

Cengiz mengangguk. Dia melihat punggung lelaki yang dicintainya itu menghilang di balik pintu kedutaan.

Tiga jam menunggu, Cengiz diliputi ketakutan dan kekhawatiran. Dia terus memandang ke pintu kedutaan Arab Saudi itu. Namun, tak ada tanda-tanda Khashoggi muncul.

"Saya mengirim pesan kepada beberapa teman di dalam, untuk memberi tahu mereka, dan saya bertanya tentang Jamal di gedung konsuler," ujar Cengiz, sebagaimana dilansir Dailymail.

Ketakutan Cengiz semakin menjadi. Jawaban beberapa temannya menyebut, Khashoggi sudah pergi. "Menurut mereka, mungkin tanpa saya sadari," lanjut Cengiz.

Cengiz berusaha tetap tenang. Dia lalu menghubungi Yasin Aktay, penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan salah satu senior Jamal.

"Sejak insiden itu menjadi perhatian pers dan penegak hukum, aku telah menunggu dengan rasa takut," papar Cengiz.

DailyMail.com telah memperoleh rekaman CCTV, yang menunjukkan Khashoggi berjalan masuk, lalu tidak pernah keluar lagi.

Saat ini, sumber yang dekat dengan kerajaan Saudi mengatakan kepada DailyMail.com, bahwa versi lain dari peristiwa itu sedang dibahas di dalam tingkat tinggi pemerintah Saudi.

Sumber itu mengatakan, setelah memasuki kedutaan, Khashoggi dibawa oleh Mercedes S-500 hitam dan sebuah minivan putih, bersama empat pejabat Saudi ke bandara Istanbul. Di mana, dia diterbangkan dengan jet pribadi ke Dubai dan kemudian Riyadh, di mana dia sekarang ditahan.

Cengiz lalu menulis surat ke Washington Post. "Meskipun harapan saya perlahan menghilang setiap hari, saya tetap yakin, Jamal masih hidup," tulis Cengiz.

"Mungkin aku hanya berusaha bersembunyi dari pikiran, bahwa aku telah kehilangan seorang pria hebat yang cintanya telah aku dapatkan," ungkapnya.

"Sebagai seorang individu yang percaya, hidup dan mati ada di tangan Tuhan. Saya berdoa kepada Tuhan sendiri, agar mengembalikan Jamal," papar Cengiz.

Laporan yang bertentangan tentang nasib Khashoggi, telah meningkat dalam beberapa jam terakhir.

Pejabat Turki percaya, Khashoggi, seorang pria dengan hubungan dekat dengan pemerintah Saudi yang menjadi lebih vokal dalam kritiknya dalam beberapa bulan terakhir, tewas atas perintah tingkat tertinggi pengadilan kerajaan Saudi, The New York Times melaporkan.

Dinas keamanan Turki yang menyelidiki penghilangan Khashoggi percaya, dalam dua jam setelah kedatangannya di konsulat Saudi pekan lalu, sebuah 'tim agen Saudi' membunuhnya, dan kemudian memotongnya dengan gergaji tulang, yang dibawa khusus untuk tujuan itu.

"Ini seperti Pulp Fiction," kata seorang pejabat Turki kepada Times.

Pulp Fiction adalah film Quentin Tarantino 1990-an, di mana karakter dimainkan oleh John Travolta dan Samuel L. Jackson membuang mayat untuk menyembunyikan pembunuhan.

Laporan Turki bertentangan dengan pernyataan yang dibuat oleh sumber yang dekat dengan keluarga kerajaan Saudi, yang mengatakan kepada DailyMail.com, bahwa Khashoggi mungkin masih hidup.

Sumber itu mengatakan kepada DailyMail.com, Khashoggi dibawa keluar dari Turki dengan jet pribadi dan ditahan di kerajaan itu.

Pemerintah Turki menuntut akses ke fasilitas diplomatik, untuk mencari setelah tuduhan bahwa Khashoggi telah dicincang di dalam gedung, dan bagian tubuhnya dikirim ke Saudi dalam kotak, mengguncang hubungan Timur Tengah.

Catatan penerbangan menunjukkan, jet pribadi Gulf Stream IV, nomor ekor HZ-SK2, mendarat di Istanbul pada pukul 3 pagi pada 2 Oktober, pada hari Khashoggi menghilang.

Jet itu berangkat kemudian pada hari itu, berhenti di Dubai dan kemudian terbang ke Riyadh. Khashoggi diusir dari sana ke Riyadh, dan ditahan di sana, kata sumber itu.

Sumber itu mengatakan, Khashoggi masih hidup, bertentangan dengan klaim yang ia bunuh di kedutaan Istanbul.

Pada hari Senin, Presiden Trump mengatakan bahwa dia 'prihatin' tentang laporan hilangnya Khashoggi.

"Saya prihatin," kata Trump. "Saya tidak suka mendengar tentang hal itu dan semoga itu akan menyelesaikan sendiri. Saat ini, tidak ada yang tahu tentang itu."

"Ada beberapa cerita yang sangat buruk tentang itu. Saya tidak suka itu," tambahnya.

Duta besar Arab Saudi untuk AS, Pangeran Khalid bin Salman bin Abdulaziz, mengatakan klaim Khashoggi telah dibunuh atau ditahan oleh otoritas Saudi 'benar-benar salah, dan tidak berdasar,' menurut pernyataan yang diberikan kepada CNN.

Cengiz memohon bantuan kepada Trump, untuk mencari tahu apa yang terjadi pada tunangannya.

"Pada saat ini, saya memohon kepada Presiden Trump dan Ibu Negara, Melania Trump, untuk membantu menjelaskan hilangnya Jamal," tulisnya.

"Saya juga mendesak Arab Saudi, terutama Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, untuk menunjukkan tingkat sensitivitas yang sama, dan melepaskan rekaman CCTV dari konsulat.

"Meskipun insiden ini berpotensi memicu krisis politik antara kedua negara, mari kita tidak melupakan aspek manusia dari apa yang terjadi.

"Jamal adalah orang yang berharga, seorang pemikir teladan dan seorang pemberani yang berjuang untuk prinsip-prinsipnya.

"Aku tidak tahu bagaimana aku bisa tetap hidup jika dia diculik atau dibunuh di Turki."