Rabu, 10 Oktober 2018 16:09 WITA

Sandi 'Sentil' Aksi Paspampres yang Larang Mahasiswa Pose 2 Jari di Depan Jokowi

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Sandi 'Sentil' Aksi Paspampres yang Larang Mahasiswa Pose 2 Jari di Depan Jokowi
Screenshot video Sandiaga Uno. Ist

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Aksi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang melarang salah seorang mahasiswa berpose 2 jari saat berfoto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat 'sentilan' dari Calon Wakil Presiden RI, Sandiaga Salahuddin Uno.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (10/10/2018), Sandiaga memposting video singkat dirinya bersama sejumlah relawan sambil mengangkat dua jari tangannya, simbol nomor urut Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Simbol dua jari tangan yang dipraktekkan Sandiaga lalu coba diturunkan oleh seorang relawan disampingnya. Dengan nada bercanda, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, membalasnya dengan pertanyaan.

"Kenapa diginiin? Apakah ini bagian dari pertanyaan?," tanya Sandiaga sambil tersenyum. 

Aksi mantan Ketua Umum HIPMI tersebut spontan mengundang tawa para relawan disekitarnya.

Dalam caption postingan itu sendiri, Sandiaga menuliskan kata-kata sedikit menohok. "Apa saya gak boleh pencitraan? Masa jari saya diatur-atur?," tulisnya.

Sekadar diketahui, video yang menampilkan salah seorang anggota Paspampres menurunkan jari tangan salah seorang pria yang menggunakan simbol 'dua' saat ingin berfoto dengan Presiden Joko Widodo sempat viral. Kejadian tersebut terjadi disela-sela kunjungan kerja Presiden Jokowi di Sumatera Utara, Senin (8/10/2018). 

Video itu ramai lantaran netizen mengkaitkan aksi pria dan paspampres tersebut dengan nomor urut calon presiden-calon wakil presiden dalam Pilpres 2019.

Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin mendapat nomor urut 01. Sementara rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 02.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Apa saya gak boleh pencitraan? Masa jari saya diatur-atur ????

A post shared by Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) on