Rabu, 10 Oktober 2018 15:22 WITA

Manajer Keuangan Abu Tours Didakwa 20 Tahun Penjara

Penulis: Himawan - Arfa Ramlan
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Manajer Keuangan Abu Tours Didakwa 20 Tahun Penjara
Muh. Kasim Sunusi. Foto/Arfa Ramlan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mantan Manajer Keuangan PT. Amanah Bersama Umat atau Abu Tours Travel, Muh. Kasim Sunusi didakwa pasal berlapis oleh jaksa penuntut umum dalam sidang pembacaan dakwaan di PN Makassar, Rabu (10/10/2018).

M. Kasim didakwa maksimal 20 tahun hukuman penjara dengan pasal 372 KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 378 KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain itu, Kasim juga didakwa pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa Tabrani, M. Kasim dinyatakan turut bersama direktur utama Abu Tours, Muh. Hamzah Mamba beserta dua terdakwa lainnya melakukan penggelapan dan pencucian 96.976 jemaah dengan nilai mencapai kurang lebih Rp 1,2 triliun. 

"Terdakwa bersama Muh. Hamzah Mamba, Nursyariah Mansyur, dan Khairuddin M. Latang menggunakan dana jemaah tidak seusai dengan peruntukkannya yakni memberangkatkan jemaah," kata jaksa Tabrani saat membacakan dakwaannya. 

Manajer Keuangan Abu Tours Didakwa 20 Tahun Penjara

Selain dakwan tersebut, jaksa penuntut umum juga menyebut terdakwa juga menerima uang jemaah berdasarkan temuan jaksa dalam rekening bank terdakwa. 

"Untuk menyamarkan uang jemaah yang masuk, terdakwa bersama direktur utama Hamzah Mamba membeli beberapa aset seperti tanah dan bangunan serta kendaraan," imbuh jaksa Tabrani.

Sebelumnya, direktur utama Abu Tours, Muh. Hamzah Mamba juga didakwa pasal yang sama oleh jaksa penuntut umum. Selain manajer keuangan Abu Tours, istri Hamzah Mamba, Nursyariah Mansyur dan salah satu terdakwa lainnya, Khairuddi M Latang juga menjalani sidang pembacaan dakwaan yang sampai saat ini masih disidangkan di PN Makassar.