Rabu, 10 Oktober 2018 14:08 WITA

Bawaslu: Caleg Boleh Bagi-bagi Sarung, Tapi...

Penulis: Rahmatullah
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Bawaslu: Caleg Boleh Bagi-bagi Sarung, Tapi...
Saifum Jihad saat beri materi disosialisasi Bawaslu, di Ballroom Hotel Agri, Rabu (10/10/2018).

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan membolehkan bagi-bagi sarung dan kerudung pada pemilihan umum calon legislatif dan pemilihan presiden 2019 mendatang.

Hal tersebut diungkap oleh Saiful Jihad, Komisoner Bawaslu Sulsel saat menjadi pemateri sosialisasi pengawasan partisipasi partai politik, ormas dan media massa pada Pemilu 2019 di Ballroom Hotel Agri, Rabu (10/10/2018).

Aturan ini menurut Saiful, tertera dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang membolehkan memberi barang, namun masuk kategori alat kampanye.

"Boleh memberi tetapi harganya tidak lebih dari Rp60 ribu. Misal memberi pamplet, sarung, jilbab," kata Saiful.

Pada barang yang diserahkan menurut Saiful, harus ada tertera atribur citra diri, baik nomor ataupun partai politik.

"Di jilbab itu harus ada gambar partainya, nomor urutnya. Dan jika itu tidak ada, maka dianggap sebagai money poltik dan dikenai sanksi," Tambahnya.

Mengenai Daftar Pemilih Tetap (DPT) menurut Saiful, hingga saat ini belum ada keputusan, sehingga diberi waktu selama satu bulan sejak penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Hal ini terjadi karena masih banyaknya DPT yang tidak sinkron di masyarakat.

"Satu-satunya yang bisa menghidupkan orang meninggal adalah DPT, hal ini terjadi karena data DPT yang tidak sinkron, hal ini menjadi tugas kita bersama menyelesaikannya," kuncinya.