Selasa, 09 Oktober 2018 21:56 WITA

Bawaslu Sulsel Hanya Awasi Akun Medsos Caleg yang Terdaftar

Editor: Fathul Khair Akmal
Bawaslu Sulsel Hanya Awasi Akun Medsos Caleg yang Terdaftar
Anggota Bawaslu Sulsel, Syaiful Jihad

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan hanya akan mengawasi akun media sosial (medsos) yang telah didaftarkan ke KPU untuk digunakan berkampanye.

Sementara untuk aktifitas kampanye melalui akun pribadi calon legislatif (caleg) yang tak terdaftar, Bawaslu memilih tak mau ambil pusing. Alasannya, dalam PKPU Nomor 23 tahun 2018 memang tak ada aturan spesifik mengenai bentuk sanksinya. Hanya dalam bentuk pelarangan saja.

"Kami hanya mengawasi akun yang didaftar resmi di KPU. Yang tidak resmi itu bukan wilayah pengawasan kami," tutur Anggota Bawaslu Sulsel, Syaiful Jihad, Selasa (9/10/2018).

Syaiful mengakui jika saat ini memang banyak caleg yang berkampanye melalui akun medsos pribadinya, meski akun tersebut tak terdaftar di KPU.

"Kita tahu itu. Seperti memasang baliho atau memasang tanda gambar. Tapi, regulasi tidak menjangkau ke sana. Artinya sepanjang tidak diatur, silahkan. Kami tidak mungkin mau melarang sesuatu yang tidak diatur dalam regulasi, karena itu akan melampaui kewenangan kami," tambahnya.

Lalu bagaimana bentuk pengawasan Bawaslu terhadap akun medsos para caleg yang terdaftar di KPU? Syaiful mengaku pihaknya akan tetap memantau dan menerima aduan jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran.

"Kami hanya mengawasi jika misalnya ada temuan di akun pribadi itu ada ujaran yang mengandung kebencian, SARA, kampanye hitam dan sebagainya itu akan di laporkan ke polisi untuk diproses hukum dan akan ditake down akunnya," tutupnya.