Selasa, 09 Oktober 2018 21:41 WITA

Pernah Nyaris Jadi Cawapres, Politikus Gerindra Ungkap Kedekatan Aburizal dengan Prabowo

Editor: Abu Asyraf
Pernah Nyaris Jadi Cawapres, Politikus Gerindra Ungkap Kedekatan Aburizal dengan Prabowo
Prabowo Subianto bersama Aburizal Bakrie dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM - Sikap Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang menolak masuk Timses Jokowi-Ma'ruf memunculkan teka teki. Apakah dia lebih condong ke Prabowo-Sandi atau justru main dua kaki?

Bagi Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, penolakan Aburizal tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya mantan ketua umum Partai Golkar itu tak tega meninggalkan Prabowo. Pada Pilpres 2014, Golkar ikut menjadi pengusung Prabowo-Hatta Rajasa.

Pertemuan Aburizal dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir bersama sejumlah sekjen parpol koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf, Senin malam (8/10/2018), dianggap Riza tidak menunjukkan dukungan.

"Kita kan tidak bisa membatasi orang ketemu orang lain karena itu hak setiap warga negara," ujar Riza kepada wartawan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. 

Riza mengatakan, Aburizal selama ini memiliki kedekatan khusus dengan Prabowo. "Saya pribadi meyakini hati Pak Aburizal Bakrie lebih condong ke Pak Prabowo," katanya.

Aburizal Bakrie nyaris menjadi calon wakil presiden Prabowo pada Pilpres 2014. Namun, karena pertimbangan tertentu, pria yang akrab disapa Ical itu akhirnya merelakan posisi cawapres jatuh kepada Hatta Rajasa yang saat itu menjabat ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Lodewijk F Paulus mengatakan, Ical sengaja tidak masuk dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Alasannya, Ical dikonsentrasikan untuk menyukseskan target beringin pada Pemilu Legislatif 2019.

Elite Golkar, katanya, dibagi dua. Ada yang membantu pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Sebagian lainnya berkonsentrasi pada Pemilu Legislatif. Ical mendapat tugas sebagai ketua dewan pengarah untuk pemenangan Pemilu 2019.