Selasa, 09 Oktober 2018 14:27 WITA

Warganya Mengungsi Keluar Sulteng, Gubernur dengan Mata Berkaca-kaca: Tega Banget, Kok Malah Pergi

Penulis: Syukur
Editor: Nur Hidayat Said
Warganya Mengungsi Keluar Sulteng, Gubernur dengan Mata Berkaca-kaca: Tega Banget, Kok Malah Pergi
Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola.

RAKYATKU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola, sangat kecewa dengan sikap warganya yang mengungsi setelah gempa dan tsunami menghantam Palu, Sigi, dan Donggala, Jumat (28/9/2018).

"Itu urusan mereka. Kami tidak urus mereka yang mengungsi keluar. Kalau mau kembali alhamdulillah tapi kalau tidak juga nggak papa," ungkap Longki saat ditemui di Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (9/10/2018).

Longki yang baru saja makan siang bersama dengan bawahannya di belakang kantor gubernur, tak habis pikir dengan warga yang mengungsi keluar Sulteng. Padahal menurut Longki, Sulteng membutuhkan warganya.

"Yang pasti, yang jelas buat saya kalau yang mengungsi itu ibu-ibu dan anaknya saya pahami. Tapi jika yang mengungsi itu yang sehat. Ada perasaan lah," ungkap Longki menumpahkan kekecewaannya.

Longki sedih dan menyayangkan warganya yang lebih memilih cari tempat aman saat orang dari daerah lain berbondong-bondong datang membantu. 

Bila tak bisa membantu menolong, menurut Longki, setidaknya warga Sulteng membantu menjaga keamanan di wilayah masing-masing.

"Mustinya kita saling bantu membangkitkan Sulteng. Beribu-ribu orang lain datang membantu kita, kok kalian lari mengungsi. Cari aman. Tega. Kok tega banget. Tega sekali menurut saya," ungkap Longki dengan mata berkaca-kaca.

loading...

Warganya Mengungsi Keluar Sulteng, Gubernur dengan Mata Berkaca-kaca: Tega Banget, Kok Malah Pergi

Dia juga tak habis pikir warga Palu yang mengungsi keluar dan menyalahkan pemerintah. "Begitu ada penjarahan kalian (warga yang keluar Sulteng) teriak-teriak. Yang dijarah ini orangnya ke mana. Toko yang belum buka sampai saat ini orangnya tak ada. Yang lebih hebat lagi saat mereka pergi tinggalkan Sulteng mereka naik pesawat carter. Sakit nggak sih? Sakit, Pak," tambah Longki yang terlihat menahan air matanya.

Longki menyebut, warga semestinya membangun Sulteng secara bersama-sama. Terutana untuk memulihkan perekonomian yang sempat tersentak pasca musibah maut itu.

"Kok malah pergi. Kalian teriak- teriak dari sana. Loh tempatmu saja tidak kami jaga kok. Sebenarnya saya tidak marah. Itu hak mereka. Tapi kita semestinya kita sama-sama pulihkan ekonomi. Yang pulihkan ekonomi saat ini adalah ibu-ibu dari kampung yang datang jalan kali bukan mereka yang dapat kredit, modal," tambahnya.

"Bukan galau. Kami malu juga. Begitu banyak orang datang, TNI-Polri. Mereka yang pergi. Akhirnya keluar pernyataan yang juga menyakitkan kami. Apa-apa semua TNI. Sebenarnya seperti apa sih itu. Tidak pas lah buat saya. Mari kita sama-sama tetap di sini bangun Sulteng. Kalau lapar, kita lapar sama sama. Katanya di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Pepatah begitu. Di mana kau bumi dipijak begitu ada bencana kau lari duluan," ungkapnya.

Loading...
Loading...