Senin, 08 Oktober 2018 20:42 WITA

Meski Sudah Move On, NH Sebut Kegagalannya di Pilgub Sulsel Kekalahan Besar

Editor: Aswad Syam
Meski Sudah Move On, NH Sebut Kegagalannya di Pilgub Sulsel Kekalahan Besar
Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid, menyuntikkan semangat kepada kader beringin di Sulsel.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018, memang telah berlalu. Mantan calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), mengaku sudah lama 'move on'. Meski gagal terpilih, NH mengaku banyak belajar tentang konsistensi kepemimpinan dari pesta demokrasi tersebut.

Selepas perhelatan tersebut, dirinya mengaku berjanji tak akan setengah-setengah mengemban amanah sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel. 

Kegagalan di Pilgub Sulsel yang dimaknainya sebagai sebuah 'kekalahan besar', tak akan menggerus komitmennya sedikit pun terhadap partai berlambang beringin tersebut.

"Kenapa saya tidak mundur, kenapa saya tidak pesimis dan kecewa dalam sebuah kekalahan besar ini? Itu karena konsistensi seorang pemimpin," ungkapnya di sela-sela Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Golkar Sulsel di Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma Makassar, Senin (8/10/2018).

NH mengimbau seluruh kader Partai Golkar, untuk tidak menjadi seorang pengecut. Ibarat kata pepatah, habis manis sepah dibuang.

"Jangan meniru orang yang hanya mau mengisap madunya Golkar sampai habis, lalu ditinggalkan. Harus jadi kader militan," tambahnya.

NH pun bertekad akan mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel. Sebab menurutnya, Sulsel merupakan salah satu daerah yang menjadi basis partai yang dipimpinnya tersebut.

"Saya ingin mengembalikan kejayaan Partai Golkar. Jaga Golkar dengan nurani.
Meyakinkan rakyat bahwa Partai Golkar jika dipilih rakyat, maka akan memperjuangkan kepentingan rakyat," tutupnya.

Sekadar diketahui, di Pilgub Sulsel 2018, NH yang berduet dengan Aziz Qahhar Mudzakkar, kalah bersaing dengan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan). Pasangan calon nomor urut satu tersebut, menempati urutan kedua dengan meraih 1.162.751 suara, atau selisih 704.552 suara dari Prof Andalan, yang unggul dengan total perolehan suara sebanyak 1.867.303 suara.