Senin, 08 Oktober 2018 20:15 WITA

Jadi Pembicara di Bawaslu, Andi Mariattang Tegaskan Pentingnya Perangi Money Politics

Editor: Abu Asyraf
Jadi Pembicara di Bawaslu, Andi Mariattang Tegaskan Pentingnya Perangi Money Politics
Ketua Bawaslu Abhan berbincang dengan anggota DPR RI Andi Mariattang dan pembicara lain sebelum diskusi, Senin (8/10/2018).

RAKYATKU.COM - Diskusi seputar perlunya menolak money politics atau politik uang menjadi topik utama dalam diskusi media yang digelar di kantor Bawaslu RI, Senin (8/10/2018). 

Anggota Komisi II DPR RI, Andi Mariattang yang hadir sebagai pembicara dengan tegas menyebut money politics merusak sistem demokrasi. Hal tersebut dia rasakan secara langsung berdasarkan pengalamannya selama empat kali menjadi kontestan Pemilu.

"Saya sudah empat kali berkontestasi dalam Pemilu. Sistem proporsional terbuka dan tertutup sudah saya lewati. Pemilu melahirkan kapitalisasi. Money politics menjadi kegelisahan bersama karena merusak sistem demokrasi," urai Andi Mariattang.

Dia sangat menyayangkan bila hak politik masyarakat tergadai hanya karena iming-iming uang.

"Hak politik sangat penting bagi warga negara. Saya pernah mengalami masa kecil dimana orang terpaksa berkumpul di rumah saya hanya karena menghindari tekanan untuk memilih satu partai politik tertentu. Ini membuktikan mereka berjuang untuk hak politiknya sehingga sangat disayangkan bila kini hak politik direndahkan dengan serangan money politics," sambungnya.

Andi Mariattang berharap, Pemilu kali ini mampu berjalan lebih bersih dibandingkan Pemilu sebelumnya. Untuk mewujudkan hal itu, maka perlu ada gerakan bersama memberantas politik uang. 

"Pemilu kali ini harus ada perbedaan. Perlu ada gerakan bersama membasmi politik uang. Politik uang memiliki daya rusak yang tinggi. Pelaku money politics sama saja dengan merendahkan martabat manusia," imbuh anggota DPR RI yang terpilih dari Dapil Sulsel 2 ini.

Mantan anggota DPRD Sulsel itu juga membeberkan bahwa politik uang sangat merugikan politikus perempuan yang punya integritas.

"Perempuan yang punya integritas terkadang terempas hanya karena faktor modal. Seharusnya modal tidak menjadi penentu utama. Kalau yang terpilih adalah pemilik modal, maka mereka hanya akan berjuang mengembalikan modal," ungkap aktivis perempuan ini.

Jadi Pembicara di Bawaslu, Andi Mariattang Tegaskan Pentingnya Perangi Money Politics

Secara eksplisit, Andi Mariattang yang kini maju kembali sebagai Caleg Dapil Sulsel 2, mengaku telah menginisiasi gerakan anti politik uang. Menurutnya, para caleg harus terdepan melawan politik uang. Dia juga mengapresiasi kerja Bawaslu dalam melakukan pengawasan Pemilu.

"Money politics mengarah kepada korupsi. Dalam kunjungan ke daerah, saya sudah melakukan gerakan mengajak masyarakat untuk menolak politik uang. Caleg harusnya paling depan melakukan gerakan anti politik uang. Saya mengapresiasi kerja Bawaslu dalam menekan politik uang. Kita perlu dukung supaya pengawasan Bawaslu semakin kuat," terangnya.

Penolakan terhadap politik uang juga disampaikan Ketua Bawaslu RI, Abhan. Dia menuturkan, Bawaslu berupaya mengantisipasi potensi politik uang dalam Pemilu.

"Bawaslu mengantisipasi pikiran Caleg yang mengandalkan politik uang. Kami akan dorong gerakan anti politik uang. Fase money politics ada tiga, yaitu money politics selama masa kampanye, selama masa tenang, dan hari pemungutan suara," ucapnya.

Ketua Kode Inisiatif, Veri Junaidi memandang pemberantasan politik uang tidak boleh hanya dibebankan kepada Bawaslu. "Selain dikawal Bawaslu dari sisi hukum, juga perlu kerja kolaboratif dari semua pihak," harapnya.

Sementara Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Kaka Suminta, menilai politik uang merupakan bentuk ketidakpercayaan terhadap perlunya sistem Pemilu bersih.

"Politik uang adalah bagian dari ketidakpercayaan diri kita terhadap sistem Pemilu bersih yang akhirnya mengorbankan diri kita sendiri. Harus mulai percaya diri untuk Pemilu yang bersih," sebutnya.