Senin, 08 Oktober 2018 20:06 WITA

Airlangga Bantah Isu Golkar Setengah Hati Dukung Jokowi-Ma'ruf

Editor: Aswad Syam
Airlangga Bantah Isu Golkar Setengah Hati Dukung Jokowi-Ma'ruf
Airlangga Hartarto, memompa semangat kader beringin di Sulsel, dalam Rakornis Golkar Sulsel di Hotel Four Points by Sheraton.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, angkat bicara mengenai isu partai yang dipimpinnya, setengah hati mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, di Pilpres 2019.

Menurut Airlangga, partai berlambang beringin tersebut, tak mengenal kata setengah hati dalam sebuah perjuangan. Partai Golkar kata dia, akan mengerahkan kemampuan terbaiknya, berjuang bersama dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

"Kita tidak ada kata setengah-setengah. Kita kan tim pemenangan nasionalnya jelas. Tidak ada yang setengah-setengah," tuturnya saat ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Golkar Sulsel di Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma Makassar, Senin (8/10/2018).

Menteri Perindustrian tersebut, memberikan bukti konkret mengenai komitmen Partai Golkar memenangkan Jokowi. Salah satunya, menjadi partai pertama yang mengampanyekan Jokowi di berbagai media baik cetak maupun elektronik.

"Jangan lupa, Golkar merupakan partai pertama yang melakukan kampanye di media massa maupun elektronik. Ini membuktikan, Partai Golkar telah mendukung Pak Presiden sejak awal," katanya.

Menurut Airlangga, 10 provinsi yang saat ini legislatifnya dipimpin Golkar, akan menjadi senjata untuk memberikan kontribusi besar terhadap perolehan suara Jokowi-Ma'ruf.

"Golkar memimpin di 10 daerah dari 34 provinsi di Indonesia. Provinsi-provinsi itu merupakan provinsi utama, termasuk Sulsel. Tentunya ini diharapkan akan menjadi tulang punggung presiden Jokowi, termasuk di Sulsel ini," tambahnya.

Lalu, bagaimana posisi calon legislatif Partai Golkar yang bertarung di Pileg mendatang, dalam kerja-kerja pemenangan untuk Pilpres? Airlangga mengaku, para caleg harus membagi konsentrasinya.

"Caleg memang dibebankan untuk memenangkan Pileg, untuk Pilpres kita kan juga punya tim pemenangan nasional untuk presiden. Tidak ada yang bebas tugas, semua bertugas. Setiap suara caleg itu berkontribusi terhadap kemenangan Jokowi juga," pungkasnya.