Senin, 08 Oktober 2018 14:01 WITA

Akhirnya Terbongkar, Ini Sosok yang Larang Prabowo Bicara Meledak-ledak

Editor: Abu Asyraf
Akhirnya Terbongkar, Ini Sosok yang Larang Prabowo Bicara Meledak-ledak
Prabowo Subianto

RAKYATKU.COM - Calon presiden Prabowo Subianto mengaku ada seseorang yang melarangnya berbicara keras-keras. Dia menyebut orang tersebut adalah pendukungnya. Namun, partai koalisi menyebut larangan datang dari kubu Jokowi-Ma'ruf. Benarkah?

"Ada yang sengaja datang ke saya memberi saran, 'Pak Prabowo kalau pidato jangan keras-keras'. Dia orang baik dia pendukung saya jadi saya bicara itu yang sejuk, pelan-pelan," ungkap Prabowo saat menghadiri acara tasyakuran di Jalan Sukabumi-Cianjur KM 10 Sukalarang, Minggu (7/10/2018).

Namun, Prabowo mengaku masa bodoh dengan segala tudingan yang diterimanya. Menurutnya, kondisi bangsa Indonesia saat ini lebih penting untuk disuarakan.

"Saya tidak bisa tinggal diam, ketika masih ada rakyat yang kelaparan, sementara di Jakarta sana segelintir orang mencuri kekayaan kita, rakyat Indonesia dianggap bodoh semua," ujarnya.

Prabowo mengungkapkan, orang-orang yang mencuri uang rakyat itu kini telah menguasai media dengan uang hasil curiannya. Dia pun mengaku akan tetap bicara apa adanya di depan publik.

"Orang-orang yang sudah mencuri uang rakyat dengan uang hasil curiannya itu mereka sudah menguasai televisi, mereka menguasai surat kabar, dan mungkin pidato ini tidak keluar, enggak ada urusan saya. Saya akan bicara apa adanya saja," ungkap Prabowo.

Terpisah, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah setuju dengan usulan agar capres Prabowo Subianto tak terlalu lantang dalam berpidato. Menurut dia, Prabowo sudah saatnya tampil lebih tenang.

"Saya kira bagus saran itu. Sekarang waktunya Pak Prabowo tampil lebih kalem, karena anak buahnya ini harus bergerak sesuai dengan mandat Pak Prabowo," ujar Fahri di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (8/10/2018).

"Kerja saja tunjukkan, bahwa apabila Pak Prabowo jadi presiden keadaan lebih baik, rakyat akan lebih bahagia, sejahtera itu saja tunjukkin. Pak Prabowo harus makin konseptual," kata dia.

Mengapa Fahri melarang Prabowo meledak-ledak? "Menurut saya (sekarang Prabowo) terlalu hemat. Nggak perlu meledak, biar kita saja yang meledak. Kan kita ini masih boleh salah, Pak Prabowo kan tidak boleh salah," tutur Fahri.