Senin, 08 Oktober 2018 09:23 WITA

Tim Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Puas Hasil Survei yang Unggulkan 60 Persen, Ada Apa?

Editor: Abu Asyraf
Tim Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Puas Hasil Survei yang Unggulkan 60 Persen, Ada Apa?
Hasto Kristyanto

RAKYATKU.COM - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul telak dengan 60,4 persen. Namun, angka itu belum membuat mereka tenang.

Dalam survei itu, elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno hanya terpotret 29,8 persen. Hanya sepertiga dari tingkat keterpilihan Jokowi-Ma'ruf. 

Meski demikian, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengaku masih harus bekerja keras. Dia meminta tim kampanye dan relawan tidak cepat puas diri.

"Elektabilitas tinggi harus diikuti oleh gerakan dari rumah ke rumah, menghadirkan keberhasilan Pak Jokowi untuk rakyat," kata Hasto, Senin (8/10/2018).

Kerja keras itu dilakukan mengingat dalam beberapa event politik, hasil pemilu sangat jauh berbeda survei yang dilakukan sebelumnya.

Pada Pilgub Jawa Barat, misalnya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sempat merilis hasil survei yang dilakukan 22 Mei hingga 1 Juni 2018. Hasilnya, Ridwan-Uu memperoleh elektabilitas sebesar 43,1 persen, disusul Deddy-Dedi 34,1 persen, Sudrajat-Syaikhu 7,9 persen, dan TB Hasanuddin-Anton Charliyan 6,5 persen.

Ternyata hasil pemungutan suara yang berlangsung 27 Juni 2018, jauh meleset. Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum memang menang namun hanya dengan 32,88 persen. Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang sebelumnya diprediksi hanya meraih suara di bawah 10 persen, justru menjadi pemenang kedua dengan 28,74 persen atau hanya selisih 4,14 persen.

Itu sebabnya, TKN Jokowi-Ma'ruf tak mau jemawa dengan hasil survei tersebut. Hal sama dikatakan Wakil Ketua TKN, Arsul Sani. Dia sadar bahwa survei adalah potret sesaat tentang tingkat keterpilihan paslon. 

"Jadi kami tidak boleh berpuas diri atau membusungkan dada. Justru kami tetap harus bekerja keras agar hasil survei tersebut menjadi hasil pilpres," kata Sekjen PPP ini.